Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Rayakan IdulFitri Lewat Daring Saat Pandemi Covid-19

0
15
Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Rayakan IdulFitri Lewat Daring Saat Pandemi COVID-19
Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar telekonferensi yang disiarkan langsung dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. (Foto: Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk merayakan Idul Fitri secara daring, sebagaimana besok (24/5) umat muslim akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Melalui telekonferensi yang disiarkan langsung dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta pada Sabtu (23/5/2020).

Nasaruddin juga meminta agar masyarakat menunaikan takbiran dan salat Idulfitri dari rumah saja, mengingat kondisi Indonesia saat ini masih mengalami pandemi COVID-19.

Menurut Nasaruddin, Ramadan tahun 2020 menjadi sangat spesial, sebab umat muslim menjalani ujian ganda.

“Bulan Ramadhan kali ini sangat spesial, karena kita menjalani ujian ganda. Ujian pertama di bulan suci Ramadhan, pada siang hari kita berpuasa, menahan diri, tidak makan, dan tidak minum,” ujarnya.

“Tapi, saat bersamaan juga kita berada di rumah dengan banyak protokol yang harus kita indahkan,” sambungnya.

Selain itu, beliau juga meyakinkan agar umat islam tidak memaksakan untuk melakukan kegiatan masif di masjid, seperti Takbiran dan Salat Idulfitri sebagaimana yang telah disepakati Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah serta organisasi lainnya.

Sebagaimana diketahui, hal itu lebih baik dilakukan untuk menghindari kerumunan orang, sehingga penyebaran virus corona jenis baru dapat dicegah.

Dalam hal ini, Nasaruddin mengambil contoh dari Rasulullah Muhammad SAW yang meminta sahabatnya pada saat hujan deras untuk tidak ke masjid dan beribadah di rumah.

“Beragama itu harus manusiawi, tidak boleh kita beribadah melampaui batas sebagaimana dalam Al-Quran,” ungkap Nasaruddin.

“Pergi ke masjid itu sunat, Idulfitri itu adalah sunat. Tetapi, memelihara kesehatan, keselamatan jiwa dan keluarga itu wajib. Beragama yang benar adalah mendahulukan yang wajib baru sunat,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk selalu mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak aman, belajar dan bekerja di rumah, serta tidak mudik.

“Jadilah pahlawan, lindungi diri, lindungi orang lain. Mari kita menangkan perang, mari kita melangkah menangkan perjuangan,” pungkasnya.