MAKASSAR—Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi, resmi mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Per 2 Desember 2024, Imran menutup lembaran kariernya yang penuh dedikasi di lingkungan pemerintahan.
Seiring dengan pensiunnya Imran, jabatan strategis tersebut untuk sementara akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) guna memastikan kelancaran operasional dinas. Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa proses pengisian jabatan definitif akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian melalui mekanisme yang sesuai.
“Pak Imran Jausi baru saja pensiun hari ini. Kita akan segera menunjuk Plt untuk mengisi kekosongan sementara, sambil mempertimbangkan mekanisme open bidding atau job fit untuk menentukan pejabat definitif,” ujar Prof. Zudan.
Menurutnya, keputusan terkait jabatan tersebut akan dibahas bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar sesuai dengan kebutuhan strategis dan berorientasi pada keberlanjutan program.
Imran Jausi dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi dan memiliki kontribusi signifikan dalam memajukan sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan di Sulawesi Selatan. Sepanjang kariernya, ia juga menduduki sejumlah posisi strategis di Pemerintah Provinsi Sulsel.
Di bawah kepemimpinannya, Dinas TPH-Bun Sulsel mencatat berbagai pencapaian, mulai dari pengembangan program unggulan hingga peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan perkebunan.
Pensiunnya Imran meninggalkan tanggung jawab besar bagi penerusnya untuk menjaga momentum dan melanjutkan visi strategis yang telah dirintis. (*/4dv)


















