Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan

2035
×

Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan

Sebarkan artikel ini
Inisiatif Percepatan Infrastruktur Sulawesi Selatan
Haris Zaky Mubarak, MA (Analis dan Eksekutif Jaringan Studi Indonesia)

Sedangkan untuk menghalau terjadinya krisis pangan, pemerintah pusat juga berupaya peningkatan kapasitas produksi pangan khususnya komoditas pengendali inflasi seperti cabai dan bawang merah.

Upaya lainnya dengan mengurangi impor kedelai, jagung, gula dan juga daging sapi Padahal pembangunan infrastruktur massal di Sulsel mulai dirintis pada 2023.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Proyek infrastruktur angkutan massal seperti halnya Kereta Api ini jelas akan menjadi tumpuan penting bagi perekonomian di Sulsel termasuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang selama ini banyak dipengaruhi oleh kebutuhan konsumsi yang sangat tinggi sehingga pemerintah harus dapat memaksimalkan kebijakan anggaran demi mendapatkan serapan ekonomi lokal yang optimal.

Adanya penanaman modal dalam investasi dalam maupun luar negeri akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi berbagai bidang dapat ikut meningkat. Secara rasional, ketahanan ekonomi Sulsel yang selama ini mengandalkan kekuatan sektor pertanian, perikanan dan peternakan akan menjadi kekuatan strategis dalam menghadapi ancaman krisis global pada 2023.

Kehadiran Kereta Api di Sulsel akan mewujudkan pemerataan pembangunan. Ini juga sekaligus mengenalkan masyarakat pada kepentingan transportasi modern.

Jika menilik sejarah transportasi di Sulawesi, gagasan untuk membangun kereta api di Sulawesi pertama kali muncul setelah dilakukannya sebuah ekspedisi di Sulawesi pada akhir abad ke-19.

Dari hasil ekspedisi tersebut, diketahui jika Sulawesi baik untuk ditanam beberapa komoditi yang laris dijual ke pasar domestik seperti tanaman kopi, beras, dan kelapa.

Dalam mendukung kebutuhan kelancaran pengangkutan hasil panen tanaman tersebut, maka inisiatif sarana dan prasarana pendukung seperti jalan, jembatan, dan juga jaringan kereta api.

Dalam laporan Nederlandsch Indische Staatsspoor en Tramwegen (1921), dijelaskan jika inisiatif awal pembangunan jaringan kereta api di Sulawesi sudah dilakukan pada tahun 1915. Namun hasilnya tak begitu maksimal, sehingga penyelidikan kembali dilanjutkan pada tahun 1917.

Hasil dari studi tersebut adalah pembangunan jaringan kereta api dari Makassar ke Maros, kemudian akan diperpanjang melalui Tanete dan Marioriwawo untuk kemudian menuju ke Sengkang. (Tim Telaga Bakti Nusantara Jilid 1, 1997)

Konseptualisasi rancangan awal jalur Makassar-Maros selesai dibuat pada tahun 1918. Satu tahun kemudian rancangan awal jalur Maros Tanete yang selesai. Pemerintah Hindia Belanda menyetujui rancangan awal tersebut.

Penyelidikan awal juga dilakukan untuk pembangunan jalur kereta api di wilayah Noordoost (Ahimsa, 1984) pada 1920. Staats Spoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda lalu membentuk Staatstramwegen op Celebes (STC) sebagai wakilnya untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan kereta api di Sulawesi.

error: Content is protected !!