Beranda » Opini » Islam Tuhan Islam Manusia
Islam Tuhan Islam Manusia
Opini

Islam Tuhan Islam Manusia

OPINI – Islam tuhan islam manusia merupakan suatu pemikiran (Haidar Bagir) yang membuka pandangan kita, bahwa perbedaan itu pasti nyata. Bahwa islam merupakan ajaran tuhan yang dititipkan kepada manusia untuk membimbing manusia, bukan untuk meninggikan Tuhan itu sendiri.

Namun ketika islam ini sampai kepada tangan manusia, maka islam ini berubah menjadi islam manusia, mengapa dikatakan demikian karena ketika islam ini sampai kepada tangan manusia maka islam tuhan ini berubah menjadi islam tafsir.

Sebagai kodrat manusia yang tidak luput dari kesalahan maka penafsiran islam tuhan ini, belum tentu mencapai kebenaran mutlak atau sesuai dengan kemauan islam tuhan yang diingini tuhan itu sendiri.

Maka dari itu perbedaan penafsiran atau mazhab tentang islam tuhan ini perlu di kompilasi atau disatukan untuk memperbesar kemungkinan pencapaian kebenaran yang sesuai dari islam yang tuhan ingini.

Bukan malah saling menyalahkan tentang benar tidaknya penafsiran seorang manusia dari mazhab berbeda, tetapi berusaha mencari titik tengah dan menarik benang merah dari pandangan yang berbeda pada objek yg sama

Maka terasa amat ganjil ketika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan agama dengan membela tuhan atau menyenangkan tuhan dengan cara mengumbar kebencian, menyusahkan orang semata tanpa belas kasih, lalu seolah-olah tuhan akan senang dari perbuatannya mengambil kebahagiaan dari makhluk tuhan itu sendiri.

Seperti kata gusdur bahwa “tuhan tak perlu di bela” Islam yang tuhan titipkan kepada manusia bukan untuk meninggikan tuhan, melainkan untuk membimbing manusia untuk berbelas kasih kepada semua makhluknya, muslim atau bukan, baik atau jahat, dan seterusnya. Karena tuhan tak pernah tak penuh belas-kasih kepada semua makhluknya.

Bukankah islam diturunkan sebagai “rahmatan lil alamin” kebaikan bagi seluruh alam semesta. Maka dari itu marilah kita senantiasa bijaksana dalam melihat perbedaan, seperti dalam hadis nabi :

“Kebijaksanaan adalah barang hilang milik orang-orang beriman, maka pungutlah ia diamanapun kamu temukan”. Khususnya ditengah-tengah perbedaan dan multiculture di tanah air yang kita cintai ini.

Sudah begitu banyak korban yang berjatuhan akibat beda pendapat, padahal pada hakikatnya kita memiliki tujuan yang sama untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, lalu pantaskah kita menodai kebaikan itu dengan caci, makian, dan benci.

Dunia yang kita tinggali saat ini, sudah penuh sesak dengan kebencian, haruskah kita saling menghakimi bahwa pemahaman kita adalah yang paling benar sedangkan tidak ada satupun yang menjamin bahwa pemahaman kita adalah mutlak kebenarannya.

Namun kebenaran yang sesungguhnya ialah kembali kepada yang maha benar dengan berpegang teguh kepada wasiat yang dititipkan kepada umat manusia.

Saudara/i sekalian, lihatlah disekitar kita, Dunia ini sudah hampir penuh sesak akan kebencian, untuk itu marilah kita mengisi ruang benci itu menjadi ruang untuk berbagi cinta, kasih, toleransi, dan tebaran kabaikan sesama makhluk ciptaannya. (*)

Islam Tuhan Islam Manusia
Penulis : Ajmain
Mahasiswa