MEDIASULSEL.com,- Dalam upaya menyamakan pola pikir dan keterpaduan pelaksanaan kegiatan untuk menuju Makassar dua kali tambah baik, Sabtu (6/5), Kelurahan Biring Romang (Birma), kecamatan, Manggala, Kota Makassar, menggelar Rapat Koordinasi Rutin dan Terpadu.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh lurah Birma, Rahmat, SE, ketua LPM Birma, Ambang Ardi dan Babinkamtibmas Birma, Aiptu Asmar M, ini, dihadiri juga oleh ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Birma, Andi Rusni, S.Sos, serta jajaran staf Kelurahan dan dikuti sejumlah ketua RW dan Ketua RT, di Kelurahan Birma.
Dalam arahannya, lurah Birma, Rahmat, menekankan pada upaya pemaksimalan pendistribusian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) serta pencapaian target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah masing-masing.
“Saya berharap seluruh ketua RT segera mungkin membagikan SPPT yang sudah diterima kepada warganya, lalu segera menyarankan warganya untuk melakukan pembayaran, dan jangan lupa untuk mencatatnya di buku 12 yang telah masing-masing miliki, sedangkan ketua-ketua RW, lakukan pengawasan terhadap kegiatan RTnya guna memaksimalkan pencapaian target PBB di wilayah masing-masing,” tegas Rahmat.
Selain itu, Rahmat juga meminta ketua RT dan RW untuk segera menysun target retribusi sampahnya, kemudian dilaporkan ke kelurahan, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pengawas kebersihan terkait jadwal penjemputan sampah di lingkungannya.
“Sama halnya dengan PBB, retribusi sampah itu menjadi salah satu indikator penilaian kinerja RT dan RW, jadi semua ketua RT dan RW harus benar-benar bisa membuat data sebagai target retribusi sampah di wilayah masing-masing,” ungkap Rahmat.
Sementara itu ketua LPM Birma, Ambang Ardi, dalam kesempatan itu lebih menitikberatkan pada perwujudan 1 lorong garden (longgar) di setiap RT, karena menurutnya, dengan penciptaan lorong garden, secara otomatis drainase akan mengalir dengan baik dan kebersihan akan terjaga.
“Kita fokus saja setiap RT membuat 1 longgar, sedangkan ketua RW membina sekurang-kurangnya 4 longgar, karena dengan terciptanya longgar, otomatis lingkungan akan bersih dan drainase juga akan lancar” tegas Ambang.
Selain itu Ambang juga menghimbau seluruh ketua RT dan RW untuk tidak bosan melakukan pendekatan kepada warganya, dengan cara berkunjung atau bersilaturahmi dengan warga.
“Dengan bersilaturahmi kita akan mampu mengetuk hati warga, artinya kalo warga sudah terketuk hatinya, kemungkinan besar partsipasi warga akan dengan mudah tumbuh,” pungkas Ambang (4ld)













