PANGKEP—Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama, turun langsung memantau pelaksanaan Posyandu Era Baru yang digelar serentak di 103 desa dan kelurahan di Kabupaten Pangkep, Kamis (30/4/2026).
Program yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Posyandu Nasional itu menjadi langkah baru pemerintah daerah dalam memperluas fungsi Posyandu, tidak lagi sebatas layanan kesehatan ibu dan anak.
Didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pangkep, Djajang Andi Abbas, serta jajaran pengurus PKK, Nurlita meninjau langsung pelayanan Posyandu Era Baru di Desa Pitue.
Dalam kunjungannya, Nurlita memastikan pelayanan berjalan optimal dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Menurutnya, Posyandu Era Baru hadir dengan konsep pelayanan terpadu yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dasar dalam satu titik pelayanan.
“Sekarang Posyandu tidak hanya soal kesehatan ibu dan anak, tetapi sudah mencakup berbagai kebutuhan masyarakat di desa,” ujarnya.
Enam layanan dasar yang diintegrasikan dalam Posyandu Era Baru meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (Linmas), serta sosial.
Nurlita menilai, konsep ini menjadi solusi agar persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat melalui pelayanan yang dekat dengan warga.
Ia menegaskan, TP PKK memiliki peran penting dalam mendampingi dan menyosialisasikan program tersebut agar masyarakat memahami fungsi baru Posyandu.
Keterlibatan pemerintah desa bersama kader PKK, kata dia, menjadi kunci agar layanan berjalan maksimal dan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Seluruh keluhan masyarakat terkait enam bidang pelayanan bisa disampaikan melalui Posyandu di desa masing-masing,” katanya.
Ia juga mendorong agar aspirasi warga yang masuk melalui Posyandu dapat diteruskan ke forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai bahan penyusunan program desa.
Sementara itu, Kepala Desa Pitue, Muhammad Nasrul Munir, mengungkapkan pihaknya sengaja menghadirkan konsep Posyandu yang lebih estetik dan nyaman guna meningkatkan minat masyarakat datang.
Menurutnya, pendekatan kreatif mampu menciptakan suasana pelayanan yang lebih menarik sehingga warga tidak hanya hadir untuk pemeriksaan kesehatan.
“Masyarakat juga datang menyampaikan berbagai persoalan lain, mulai dari BPJS, akses jalan, hingga pelayanan dasar lainnya,” ujarnya. (Ag4ys)














