rapat pengurus Koni Sulsel yang dipimpin Wakil Ketua Koni Sulsel, HM Ambas Syam, didampingi Sekum, Dr. Addien dan Wakil Ketua Bimbingan dan Prestasi, Prof DR Ihsan M.Kes Ifo memutuskan, bahwa test fisik akan dilakukan di tempat terbuka dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, rencananya akan segera melaksanakan rapid test kepada sekitar 200-an atlet, pelatih, asisten pelatih hingga mekanik yang akan terlibat pada PON XX-2021 Papua.

Sesuai rilis yang diterima Media Sulsel, Kamis (22/10), rapid test dan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh atlet di berbagai cabang olah raga se-Sulawesi Selatan, yang juga sebagai upaya menekan penyebaran virus covid-19 di wilayah Sulsel terutama bagi insan olah raga yang tergabung dalam Sulsel Prima, rencananya akan dihelat pada 26 – 27 Oktober yang akan datang, di kantor KONI Sulsel Jl. Sultan Hasanuddin no. 42 Makassar.

Sekretaris Umum KONI Sulsel DR Addien, mengatakan, selama 2 hari sejak hari senin hingga selasa pekan depan. Rapid test tersebut berguna untuk mendeteksi antibodi berupa IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh dalam melawan virus corona, yang secara otomatis terbentuk saat tubuh terpapar virus.

“Ini hanya screening untuk mendeteksi antibodi seseorang, dengan hasil antara reaktif atau non reaktif,” ungkap Addien.

Lebih lanjut Addien menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan rapid test tersebut akan mengacu pada protokol kesehatan yang ketat dengan sistem 3 M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker standar kesehatan plus mengukur suhu tubuh.

Sementara guna menghindari terjadinya penumpukan karena jumlah yang akan dirapid mencapai ratusan orang, Koni Sulsel telah membagi jadwal pemeriksaan berdasarkan cabang olahraga.

Hari Senin, 26 oktober dijadwal sekitar 17 cabang olah raga yang terbagi dalam 3 sesi pemeriksaan dengan jumlah sasaran rapid test sekitar 122 orang, dilanjutkan di hari selasa 27 oktober dengan jumlah 12 cabang olah raga dengan target sasaran rapid sekitar 116 orang. Selain atlet, pengurus dan karyawan Koni Sulsel juga diwajibkan jalani rapid test dihari yang sama.

Olehnya itu, Koni Sulsel menyiapkan 1000 alat rapid test yang dilengkapi surat keterangan dan dua ruangan di kantor KONI sebagai areal pemeriksaan, serta melibatkan Pemprov Sulsel dan Gugus Tugas Provinsi Sulsel dengan menyiapkan 10 tenaga yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga pengawas.

“alat rapid test ini merupakan bantuan Pemprov Sulsel melalui Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdulllah yang bertanggung jawab memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Sulsel,” pungkas Addien. (*/464ys)