Beranda » Sulsel » KOPEL Indonesia dan LMPI Sulsel Gelar Training Investigasi di Malino
Sulsel

KOPEL Indonesia dan LMPI Sulsel Gelar Training Investigasi di Malino

MAKASSAR –  Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia dan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulawesi Selatan menjalin kerjasama dalam meningkatkan sumber daya manusia bagi anggota dan masyarakat dalam program pendidikan investigasi, legislasi dan mediasi.

Direktur KOPEL Indonesia. Syamsuddin Alimsyah mengatakan, peningkatan sumber daya manusia menjadi kebutuhan dasar bagi organisasi masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat, untuk meningkatkan kemampuan lembaga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga yang profesional.

Untuk peningkatan SDM bagi anggota LMPI Sulsel dan masyarakat lainnya, maka rencana pada bulan Agustus 2017 akan dibuka kelas training atau pelatihan investigasi, legislasi dan mediasi dengan pemateri yang memiliki kompetensi yang telah teruji dan berpengalaman. Pelatihan ini akan di laksanakan selama 3 hari di kota wisata Malino, kecamatan Tinggimoncong kabupaten Gowa dan pendaftaran peserta di percayakan di Markas Daerah LMPI Sulsel.

Ketua LMPI Sulsel, Andi Nur Alim, menyambut baik program KOPEL Indonesia terkait peningkatan sumber daya manusia bagi anggota dan masyarakat, sehingga ke depan akan menjalankan tugasnya secara profesional.

Investigasi lanjut Nur Alim, adalah Upaya penelitian, penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data, informasi, dan temuan lainnya untuk mengetahui/ membuktikan kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta yang kemudian menyajikan kesimpulan atas rangkaian temuan dan susunan kejadian .

Sementara dalam pelatihan Legeslasi peserta nantinya dapat ilmu baru dalam proses pembuatan undang-undang atau penyempurnaan perangkat hukum yang sudah ada melalui serangkaian kegiatan sertifikasi ( pengaturan kompetensi ), registrasi ( pengaturan kewenangan ), dan lisensi ( pengaturan penyelenggaraan kewenangan ) dan diharapkan juga nantinya peserta dapat menguasai ilmu mediasi agar peserta dapat menguasai upaya penyelesaian konflik dan dapat membantu pihak yang bersengketa dalam mencapai penyelesaian yang di terima oleh kedua belah pihak.

“Diharapkan program ini berkelanjutan sehingga menghasilkan kader investigator,legislasi dan mediator yang profesional,” pungkas Andi Nur Alim kepada mediasulsel.com. Sabtu, (9/7). (4g4ys)