PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Internasional

Laporan UNICEF, 28 Juta Anak-anak Mengungsi Karena Konflik

428
×

Laporan UNICEF, 28 Juta Anak-anak Mengungsi Karena Konflik

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Dalam sebuah laporan UNICEF menyebutkan, sebanyak 28 juta anak-anak di seluruh dunia terpaksa mengungsi karena adanya konflik disertai kekerasan.

Separuh dari jumlah itu meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari kehidupan yang lebih baik, Selasa (6/9/2016).

Laporan UNICEF tersebut, tahun 2015 sepertiga anak-anak dari seluruh penduduk dunia merupakan pengungsi. Jumlah pengungsi anak-anak saja telah naik dua kali lipat dalam dasawarsa terakhir.

Laporan UNICEF itu mengatakan, 45 persen pengungsi anak-anak berasal dari hanya dua negara, Syria dan Afghanistan.

Semakin banyak anak-anak yang mengungsi sendiri tanpa orang tua mereka. Ada 100.000 anak kecil yang minta suaka di 78 negara tahun lalu, atau tiga kali jumlah yang tercatat setahun sebelumnya.

Umumnya, para pengunsi anak-anak ini pada umumnya tidak punya surat-surat keterangan, mereka cenderung terkena pelecehan atau gangguan.

Dalam laporan UNICEF itu berjudul: “Krisis Pengungsi dan Migran anak-anak”, dan menyerukan pada masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan, pendidikan dan jaminan kesehatan bagi mereka. (isa/sp/voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com