PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.312 ASN Pangkep Terima Satyalancana Karya Satya, Pengabdian hingga 30 TahunMulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.312 ASN Pangkep Terima Satyalancana Karya Satya, Pengabdian hingga 30 TahunMulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah Masyarakat
Internasional

G7 Desak Rusia Setuju Gencatan Senjata, Ancam Sanksi Tambahan

1163
×

G7 Desak Rusia Setuju Gencatan Senjata, Ancam Sanksi Tambahan

Sebarkan artikel ini
G7 Desak Rusia Setuju Gencatan Senjata, Ancam Sanksi Tambahan
Para diplomat tinggi G7 berfoto bersama di Charlevoix, Quebec. (Courtesy: G7/VoA)

KANADA—Para menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) menyerukan Rusia untuk menyetujui gencatan senjata dalam perang Ukraina sesuai dengan proposal yang diajukan Amerika Serikat. Jika Moskow menolak, G7 siap menerapkan sanksi tambahan, pembatasan harga minyak, serta meningkatkan dukungan bagi Ukraina dalam bentuk bantuan militer dan ekonomi.

“Kami mendesak Rusia untuk menerima gencatan senjata dan menerapkannya sepenuhnya,” bunyi pernyataan resmi G7 dari Kanada. Para pemimpin menegaskan komitmen mereka untuk mendukung Ukraina dalam mempertahankan integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaannya. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan adanya optimisme hati-hati dalam proses negosiasi, meskipun situasi tetap kompleks.

Kremlin menyatakan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu dibahas sebelum menyetujui gencatan senjata, menunjukkan sikap hati-hati terhadap proposal yang diajukan. Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan masih menunggu klarifikasi atas beberapa pertanyaan penting terkait implementasi kesepakatan. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia sengaja memperlambat proses dengan menetapkan persyaratan yang sulit dipenuhi. Zelenskyy menegaskan bahwa gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari adalah langkah awal yang penting dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Selain membahas konflik Ukraina, pertemuan G7 juga menyoroti peran China dalam keamanan global serta ketegangan di Indo-Pasifik. Para menteri luar negeri menyatakan keprihatinan terhadap peningkatan persenjataan nuklir China dan menekankan pentingnya transparansi dalam kebijakan militer Beijing. Mereka juga menolak segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan Laut China Selatan, terutama melalui paksaan atau kekerasan.

G7 turut menyoroti tantangan dari Korea Utara dan Iran, serta menyebut bahwa kolaborasi strategis antara keempat negara—Rusia, China, Korea Utara, dan Iran—semakin mengkhawatirkan. Menurut analis kebijakan luar negeri, aliansi ini sering disebut sebagai “Poros Pergolakan” yang berpotensi mengganggu stabilitas global.

Gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina dinilai akan memengaruhi dinamika geopolitik, khususnya bagi Amerika Serikat. Para pejabat dan analis menilai bahwa berakhirnya konflik di Ukraina dapat memungkinkan Washington mengalihkan sumber daya dan perhatian ke kawasan Indo-Pasifik, yang dianggap sebagai medan persaingan strategis utama dalam menghadapi tantangan global. “Jika perdamaian dapat diwujudkan di Eropa, maka lebih banyak energi dan sumber daya dapat dialihkan untuk menghadapi tantangan di Indo-Pasifik,” ujar Rubio dalam sebuah pengarahan.

Dengan semakin mendesaknya kebutuhan akan solusi diplomatik, komunitas internasional kini menunggu respons Rusia terhadap proposal gencatan senjata, yang dapat menjadi titik balik dalam perang berkepanjangan ini. (Ag4ys/VoA)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com