PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
News

LCOY 2025: Anak Muda Indonesia Satu Suara untuk Iklim

1039
×

LCOY 2025: Anak Muda Indonesia Satu Suara untuk Iklim

Sebarkan artikel ini
LCOY 2025: Anak Muda Indonesia Satu Suara untuk Iklim
Local Conference of Children and Youth Indonesia (LCOY) 2025 sukses digelar di Jakarta, Agustus lalu. Forum ini mempertemukan ratusan anak dan pemuda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara menghadapi krisis iklim yang kian nyata.

JAKARTALocal Conference of Children and Youth Indonesia (LCOY) 2025 sukses digelar di Jakarta, Agustus lalu. Forum ini mempertemukan ratusan anak dan pemuda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara menghadapi krisis iklim yang kian nyata.

Kegiatan yang diprakarsai Climate Rangers ini melahirkan National Children and Youth Statement 2025, sebuah deklarasi berisi lima tuntutan generasi muda kepada pemerintah. Deklarasi ini nantinya akan dibawa sebagai mandat resmi Indonesia ke COP30 di Brasil, November 2025.

Koordinator Climate Rangers, Ginanjar Ariyasuta, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang konsolidasi suara anak muda.

“Kita hidup di bumi yang jauh lebih panas dibanding generasi sebelumnya. Suara anak muda harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan, bukan hanya pelengkap,” ujarnya kepada Mediasulsel.com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/9/2025).

Dalam deklarasi tersebut, peserta LCOY 2025 menyampaikan lima poin utama:

  1. Dengarkan suara anak muda, bukan sekadar simbol.
  2. Ciptakan kebijakan berkeadilan iklim yang melindungi masyarakat adat, nelayan, dan kelompok rentan lainnya.
  3. Segera beralih ke energi bersih, hentikan pembangunan PLTU baru.
  4. Stop pendanaan proyek kotor, arahkan ke energi terbarukan berbasis komunitas.
  5. Berikan ruang bagi solusi anak muda melalui wadah resmi seperti Youth Climate Council.

Di antara ratusan peserta, perhatian tertuju pada Lungli Rewardny Supit, siswi SMA asal Sulawesi Utara yang hadir sebagai delegasi termuda. Ia menegaskan bahwa anak muda tidak ingin sekadar menjadi “hiasan” dalam ruang kebijakan.

“Suara kecil ini penting untuk menyuarakan yang lebih kecil lagi di belakangku. Umur bukan patokan untuk bicara soal masa depan,” ungkap Lungli.

Bagi Lungli, isu iklim di Sulawesi bukan cerita di atas kertas. Ia menyaksikan langsung kerusakan pesisir dan dampaknya bagi nelayan. Karena itu, ia berharap kebijakan pembangunan bisa lebih pro-rakyat dan ramah lingkungan.

LCOY 2025 menjadi momentum penting anak muda Indonesia mengkonsolidasikan gagasan dan keberanian menghadapi krisis iklim. Dari Jakarta, suara mereka kini akan dibawa ke panggung dunia.

“Melalui deklarasi ini, anak muda Indonesia membawa mandat jelas ke COP30. Jika pemerintah tidak segera bertindak, generasi berikutnya yang akan menanggung beban terberat,” tegas Ginanjar. (Cr/Ag4ys)

 

Citizen Reporter : Syifa Fauzia

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com