SIDRAP,– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengintensifkan upaya pencegahan stunting melalui edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Majjelling, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Program bertajuk GEMAS (Gerakan Masyarakat Cegah Stunting) ini digelar bertepatan dengan kegiatan Posyandu pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan berlangsung di Posyandu Melati 1, Jalan Pasar, dan Posyandu Melati 2 di Kantor Kelurahan Majjelling. Program tersebut merupakan kolaborasi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas bersama Pustu Majjelling, UPT Puskesmas Pangkajene, serta Pemerintah Kelurahan Majjelling.
Sebanyak 21 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui mengikuti kegiatan yang turut didampingi Bidan Kelurahan Majjelling, tenaga kesehatan UPT Puskesmas Pangkajene, serta kader Posyandu.
Program diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai stunting. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai penyebab, faktor risiko, dampak stunting terhadap tumbuh kembang anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan sampai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan menyusui, pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sebagai evaluasi efektivitas penyuluhan, peserta kembali mengikuti post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai upaya pencegahan stunting.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pemenuhan gizi ibu dan anak serta praktik pencegahan stunting di lingkungan keluarga.
Penanggung Jawab Program GEMAS, Andi Dwi Alika Iswardani, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi FKM Unhas, mengatakan edukasi menjadi salah satu langkah strategis dalam memutus rantai stunting sejak dini.
“Pencegahan stunting tidak dapat dimulai ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi harus dilakukan sejak masa kehamilan. Melalui Program GEMAS, kami berharap para ibu hamil dan ibu menyusui semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan kesehatan secara rutin, serta pola asuh yang tepat pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya pengetahuan masyarakat diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Melalui Program GEMAS, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 FKM Unhas berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, kader Posyandu, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kelurahan Majjelling. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, bebas stunting, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter : Erina Aurel Salzabilah (Mahasiswa Farmasi Unhas)













