PAREPARE – Limbah kulit bawang merah yang selama ini berakhir di tempat sampah ternyata memiliki nilai manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Hal inilah yang diperkenalkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin kepada warga Kelurahan Sumpang Minangae, Kota Parepare, melalui pelatihan pembuatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami, Kamis (23/7/2026).
Program yang diinisiasi Jessica Raystin, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unhas, digelar di Jalan Andi Dewang, RT 02/RW 02, dan diikuti 19 warga dari berbagai RT/RW di Kelurahan Sumpang Minangae. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna sekaligus ramah lingkungan.
Dalam sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada kandungan nutrisi kulit bawang merah yang berfungsi sebagai ZPT alami untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Selain mendukung budidaya tanaman, pemanfaatan limbah organik tersebut juga dinilai mampu mengurangi volume sampah rumah tangga yang selama ini langsung dibuang.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan ZPT alami menggunakan kulit bawang merah, satu liter air, ember, dan alat semprot. Seorang warga turut dilibatkan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan hingga cara mengaplikasikan larutan pada tanaman sehingga peserta dapat memahami setiap tahapannya.
Jessica Raystin mengatakan, inovasi sederhana tersebut dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di rumah. Menurutnya, kulit bawang merah yang selama ini dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.
“Kami berharap warga dapat memanfaatkan kulit bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami sehingga tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Pelatihan mendapat sambutan positif dari peserta. Warga terlihat antusias mengikuti praktik dan aktif berdiskusi mengenai cara pembuatan maupun manfaat ZPT alami. Sebagian besar mengaku baru mengetahui bahwa limbah kulit bawang merah dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman.
Ketua RW 02 Kelurahan Sumpang Minangae, Nurlia, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat tentang cara mengolah limbah dapur menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin berharap pemanfaatan kulit bawang merah sebagai ZPT alami dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Selain mengurangi limbah organik, inovasi tersebut juga diharapkan mendorong masyarakat menerapkan budidaya tanaman yang lebih hemat biaya, produktif, dan ramah lingkungan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter : Intan Ramadhani Hafid (Mahasiswa Teknik Elektro Unhas)













