Mahasiswa Komunikasi Unismuh Fitra Alim Jadi Narasumber di Bawaslu Bulukumba

Mahasiswa Komunikasi Unismuh Fitra Alim Jadi Narasumber di Bawaslu Bulukumba
Salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Fitra Alim menjadi salah seorang narasumber pada kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Selasa 5 April 2022 lalu.

BULUKUMBA—Salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar, Fitra Alim menjadi salah seorang nara sumber pada kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Selasa 5 April 2022 lalu.

Mahasiswa angkatan 2020 ini tampil membawa materi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Kehumasan Bawaslu Kabupaten Bulukumba 2022.

Pada kesempatan itu ia membawakan materi terkait cara mengemas informasi pemilu menjadi konten yang menarik.

Sosok mahasiswa yang satu ini selama ini menjadi content creator diusia yang masih muda. Pria asal Bulukumba ini telah jadi content creator sejak 2017.

Fitra Alim menceritakan pengalamannya pada dunia content creator, awal April 2022.

“Selama 4 semester jadi mahasiswa Ilmu Komunikasi 2021, pernah mewakili Unismuh Makassar di LIDM (Lomba Invasi Digital Mahasiswa) divisi video digital, dan satu-satunya perguruan tinggi di Makassar berhasil lolos sampai final dan di final berhasil menjadi juara harapan atau juara ke 4, se perguruan tinggi negeri/swasta di Indonesia,” bebernya.

Berita Lainnya

Hal ini jadi catatan sejarah baru bagi Unismuh karena jadi perwakilan pertama berhasil menjadi juara LIDM. Sebuah kebanggaan tentunya untuk prodi Ilmu Komunikasi dan Unismuh. Dan sudah puluhan lomba yang telah ia ikuti dengan berbagai macam kategori.

Saat ini, kontennya dipublikasikan pada Platform seperti YouTube, Instagram, Snack Video dan Tik Tok. Ia bekerja bersama dengan 4 orang tim produksi dalam pembuatan kontennya.

Dia pun berhasil meraih pundi-pundi rupiah dari hasil menjadi content creator. “Untuk tahun 2020 pendapatan Rp8 juta hingga Rp20 juta.

Untuk tahun 2021, Rp5 juta hingga Rp16 juta, terjadi penurunan karena mulai aktif kuliah, sedangkan tahun 2022, Rp6 juta hingga belasan juta rupiah, pendapatan bukan hanya dari YouTube saja, tapi akumulasi di semua sosmed,” tuturnya. (*)

Berita Terkait