PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Kendaraan Modifikasi Terancam DiblokirKunjungan Bupati Bone ke BPTU Denpasar Buka Pertanyaan soal Peserta dan Uang SakuAppi Titip Pesan ke 5.000 Mahasiswa Baru Bosowa: Cerdas Saja Tak Cukup, Jaga Akhlak dan Kota MakassarMicroteaching UNM Siapkan Calon Guru Gen Z Kreatif dan InovatifBahas Tata Kelola MBG Bersama KPK, Appi Wanti-wanti Data Penerima hingga Ancaman InflasiRumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Kendaraan Modifikasi Terancam DiblokirKunjungan Bupati Bone ke BPTU Denpasar Buka Pertanyaan soal Peserta dan Uang SakuAppi Titip Pesan ke 5.000 Mahasiswa Baru Bosowa: Cerdas Saja Tak Cukup, Jaga Akhlak dan Kota MakassarMicroteaching UNM Siapkan Calon Guru Gen Z Kreatif dan InovatifBahas Tata Kelola MBG Bersama KPK, Appi Wanti-wanti Data Penerima hingga Ancaman InflasiRumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?
Makassar

Makassar Kota Terendah Kasus Stunting di Sulsel, Fatma: Masifkan Penanganan dan Inovasi

1413
×

Makassar Kota Terendah Kasus Stunting di Sulsel, Fatma: Masifkan Penanganan dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Makassar Kota Terendah Kasus Stunting di Sulsel, Fatma: Masifkan Penanganan dan Inovasi
Kegiatan rekonsiliasi stunting lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh para wakil wali kota/bupati se-Sulsel di hotel Swissbell Makassar, Jl.Ujungpandang, Selasa (21/6/2022).

MAKASSAR—Persoalan stunting menjadi perhatian bersama. Olehnya itu berbagai upaya di lakukan pemerintah untuk mencegah juga menangani penderita stunting agar bisa sembuh dan hidup sehat layaknya manusia lainnya.

Stunting sendiri atau adanya perlambatan pertumbuhan yang tidak seimbang antara usia dan berat badan anak dapat di cegah secara dini sejak masa kehamilan ataupun pada saat menjelang pernikahan.

Hal tersebut terungkap dalam rekonsiliasi stunting lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh para wakil wali kota/bupati se-Sulsel di hotel Swissbell Makassar, Jl.Ujungpandang, Selasa (21/6/2022).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel yang juga sebagai ketua panitia kegiatan Dra Hj Andi Rita Mariani dalam sambutannya mengungkapkan jika angka stunting di Sulsel saat ini berada pada angka 27,4% yang sebelumnya di angka 30,59%.

“Berkat kerjasama dan usaha di masing-masing daerah, kini Sulawesi Selatan mengalami angka penurunan kasus stunting sebesar 3,19 % sehingga menunjukkan kasus saat ini berada di angka 27,4% yang sebelumnya 30,59%. Tahun 2024 nanti kita tetap berupaya dapat mengejar target di angka 14%,” urainya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani berharap adanya sinergitas yang baik antar petugas lapangan dan juga dinas terkait agar penanganan stunting bisa lebih di optimalkan lagi.

“Coba lebih dimaksimalkan edukasi ke masyarakat. Pendataan itu perlu dan dilakukan secara berjenjang juga bertahap. Hal ini dapat menjadi acuan dinas bergerak dan segera mengambil langkah yang tepat. Jadi memang sinergitas antar semua bagian sangat di butuhkan,” tegas Sekprov.

Kota Makassar sendiri masuk dalam kota dengan kategori kasus stunting terendah di Sulsel. Ini di akui oleh Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi yang turut hadir bersama dengan wakil kepala daerah lainnya.

“Alhamdulillah tim lapangan kami bekerja maksimal dan senantiasa menggunakan data akurat di lapangan sehingga memudahkan dalam pendampingan penderita kasus stunting,” kata Wawali.

“Selain itu tiap pekan kami mengadakan coffee morning untuk melihat perkembangan kasus dan memberikan makanan pendamping tambahan untuk mereka yang dikategorikan stunting,” sambungnya.

Sebagai bentuk dan upaya penanganan bersama dilingkup Provinsi Sulawesi Selatan, maka di adakan penandatanganan bersama komitmen untuk percepatan penanganan stunting yang di ikuti oleh semua wakil kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota se-Sulsel. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com