MAKASSAR—Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel, Prof Jufri membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Event Daerah tahun 2022 gelombang ke ll yang dilaksanakan di Hotel Gammara, Rabu (26/10).
Prof Jufri mengatakan, kegiatan ini diikuti 8 daerah yang ada di Sulsel. “Kegiatan bimtek manajemen event daerah tahun 2022 gelombang ke ll diikuti 8 kabupaten dan kota sesulsel yaitu kabupaten bulukumba, Wajo, Barru, Palopo serta daerah lainnya,” ungkapnya.
Ia menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pariwisata telah ditunjuknya provinsi sulsel sebagai tempat kegiatan bimbingan teknis manajemen event daerah tahun 2022.
“Saya mewakili Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel menyampaikan terimakasih kepada pihak kementerian pariwisata dengan menempatkan disini kegiatan ini, Karena betapa pentingnya event ini bisa dikelola dengan baik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing,”Tuturnya.
Kadisparbud Sulsel berharap melalui kegiatan ini, Kedepannya setiap daerah tidak kehabisan event. “Membuat event didaerah kalau bisa sepanjang 2023 kita tidak kehabisan event, Semoga setiap kabupaten kota ada tiga 3 event setiap bulan,” harapnya.
Selain itu, ia juga mendorong agar setiap daerah di Sulsel mempunyai ide yang berbeda dalam setiap pelaksanaan event.
“Kita dorong kabupaten kota dengan ide cerdas dan potensi lokal bisa dikembangkan, dengan kreatifitas ide yang akan dikembangkan. Apalagi 24 kabupaten kota mempunyai kekuatan baik warisan budaya. Jenis atraksi maupun lainnya yang sangat memungkinkan membuat event,” uraianya.
“Kebijakan kementerian pariwisata ditahun 2023 dengan gerakan cinta berwisata dalam negeri diharapkan akan membuat jumlah wisatawan bisa lebih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Devo Khadafi Disbudpar Sulsel juga berharap melalui bimtek ini para peserta akan mendapatkan ide dan konsep yang menarik dalam setiap pelaksanaan event.
“Kita harap di bimtek gelombang kedua ini akan semakin tergali bagaimana mendapatkan atau mengeksekusi ide dan konsep dari kegiatan event di daerah,” ucap Devo.
Ia juga berharap di bimtek ini mendapatkan kesamaan cara untuk penganggaran setiap event.
“Bagaimana cara penganggaran sebuah event dan melakukan manejemen resiko karena sebuah event pasti ada resiko dan mereka dapat melakukan Monitoring dan Evaluasi (monev) serta tahun depan bisa diaplikasikan,” pungkasnya. (*)













