Dalam transaksi perdagangannya, distribusi cabai merah dari produsen ke konsumen melibatkan pedagang pengepul dan pedagang pengecer.
Namun terdapat juga potensi pola terpanjang dimana terdapat tambahan pedagang grosir diantara pedagang pengepul dan pengecer yang mengakibatkan nilai MPP cabai merah menjadi 46,30 persen.
Walaupun mencapai 40 persen namun masih dikategorikan aman bila dibandingkan dengan MPP dari rantai utama distribusi perdagangan Indonesia.
Sementara itu untuk komoditas daging ayam ras pada tahun 2021 memiliki nilai MPP sebesar 19,79 persen yang mana lebih kecil dari nilai MPP nasional yaitu 25,49 persen.
Dalam perdagangannya Sulawesi Selatan juga menjual komoditas daging ayam ras ke provinsi lain yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku.
Melihat dari kondisi rantai perdagangan empat komoditas tersebut, komoditas bawang merah lah yang memiliki potensi dengan kondisi harga yang tinggi di tangan konsumen.
Walaupun produksi bawang merah mempengaruhi harga di pasaran, namun tidak boleh lupa bahwa para pelaku distribusi perdagangan juga perlu diawasi dalam memainkan harga.
Bila potensi rantai perdagangan dengan pola terpanjang menjadi pola utama perdagangan Sulawesi Selatan maka dapat dipastikan akan membuat inflasi mengalami peningkatan.
Belajar dari rantai distribusi perdagangan bawang merah, disinilah peran pemerintah dalam menjaga harga komditas strategis dengan mengawasi harga dari produsen sampai para pelaku usaha yang terlibat dalam rantai perdagangan. (*)
Penulis: I Gusti Bagus Ngurah Diksa (Statistisi Muda BPS Sulsel)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













