Mengenal Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulsel
Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulawesi Selatan.

MAROS—Buat kamu yang sedang mencari obyek wisata tidak biasa atau anti meanstream, kali ini Mediasulsel.com akan memberikan gambaran tentang keberadaan sebuah obyek wisata alam yang masih sangat alami, yaitu obyek wisata alam Ramang-Ramang yang ada di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Ramang-Ramang merupakan gugusan batu Karst yang menarik bagaikan sebuah hamparan hutan batu, bahkan menyerupai sebuah taman batu yang eksotik dan indah dengan kharakteristik berbeda dan jarang dijumpai di tempat lain. Konon merupakan pegunungan kapur terbesar ketiga di dunia setelah yang ada di Cina dan Vietnam.

Ratusan bahkan mungkin ribuan batu kapur warna-warni seperti hitam dan atau abu-abu dengan berbagai bentuk dan ukuran, terhampar di antara persawahan milik penduduk setempat.

Di lokasi yang berjarak kurang lebih 40 KM dari kota Makassar, tepatnya terletak di dusun Ramang-Ramang, DS. Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, dan tentunya pada saat ini untuk menjangkau tempat tersebut bukan lagi perkara sulit, terlebih jika kita bisa memanfaatkan event Traveloka EPIC Sale yang memberikan diskon hingga 80% kepada pelanggannya, cukup dengan mengakses www.traveloka.com.

Meski berwisata ke tempat ini kita dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa menarik, namun jangan salah kita tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena untuk masuk ke obyek wisata Ramang-Ramang ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk sama sekali.

Namun jika kita ingin lebih jauh menikmati eksotisme Ramang-Ramang, kita wajib menyusuri Sungai Pute yang dipenuhi dengan berbagai tumbuhan, terutama pohon lontara. Untuk menyusuri sungai tersebut, kita dapat menyewa perahu yang disewakan penduduk setempat dengan harga sewa mencapai Rp250 ribu, yang mampu menampung hingga 6 orang.

Mengenal Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulsel
Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulawesi Selatan.

Sepanjang perjalanan penyusuran, kita dimanjakan dengan pemandangan yang masih alami, kita juga bisa menikmati indahnya bukit-bukit karst yang berjajar, bahkan di ujung perjalanan kita akan menemukan celah batu yang menyempitkan aliran sungai yang harus kita lewati.

Selain hamparan batu karst yang begitu mempesona di dalamnya kita juga akan mendapati sebuah telaga yang dikenal dengan nama Telaga Bidadari.

Telaga ini seperti bersembunyi di balik Bebatuan Karst yang menjulang melindunginya. Dari Dermaga 1 Ramang-Ramang, kita butuh waktu sekitar 15 menit untuk menjangkaunya, setelah sebelumnya menyusuri hamparan sawah, dan tracking bebatuan yang cukup terjal dan ekstrim.

Namun jangan khawatir setibanya di Telaga yang diyakini warga setempat sebagai tempat mandi para Bidadari yang turun ke bumi tersebut, capek kita akan terbayar, sebuah pemandangan indah hamparan air tawar yang jernih dan sejuk yang sekaligus juga dijadikan sebagai sumber air bagi warga sekitar.

Perpaduan antara hamparan sawah nan hijau, dengan berbatuan karst dengan warna kas batu abu-abu, serta genangan air jernih yang menyegarkan serta sejumlah rumah panggung milik penduduk setempat, menjadikan perpaduan landscape yang luar biasa indah dipandang mata.

Mengenal Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulsel
Wisata Alam Ramang-Ramang di Maros, Sulawesi Selatan.

Jika anda belum puas dengan keindahan yang disuguhkan Ramang-Ramang, tak jauh dari lokasi tersebut, sekitar 10 menit perjalanan, Anda juga bisa menikmati indahnya Taman wisata alam lainnya yang ada, yaitu Taman Wisata Alam Bantimurung, yang juga dijuluki Kingdom of Butterfly atau kerajaan kupu-kupu.

Selain sebagai kerajaan kupu-kupu, di dalam wisata alam Bantimurung Anda juga bisa menikmati indahnya air terjun yang masih benar-benar alami, menelusuri sejumlah goa alam yang ada di dinding-dinding tebing sekita air terjun tersebut, bahkan di lokasi tersebut juga terdapat sejumlah goa dengan cerita-cerita tertentu yang anda dapat peroleh dari pemandu wisata yang ada.

Damun Perlu diketahui dalam satu tahun kemunculan hampir 247 jenis kupu-kupu yang berjumlah ribuan itu hanya terjadi dua kali, yaitu saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, dan itupun hanya berlangsung antara satu hingga 2 minggu, dan pada umumnya kupu-kupu tersebut hanya akan muncul antara jam 8 hingga 11 siang.

Nah tunggu apa lagi mumpung masih ada gelaran Traveloka EPIC Sale 2021, segera manfaatkan kunjungan anda ke Sulawesi Selatan, dan untuk mempermudah anda memperoleh gambaran tentang smart traveling, anda bisa kunjungi www.traveloka.com, dipastikan anda tidak akan kecewa. (*/Adv/464Ys)