Beranda » Islam » Menghitung Harga Nafas Kita
Islam

Menghitung Harga Nafas Kita

ISLAM – Mengapa oksigen sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup? Untuk apa sebenarnya oksigen itu bagi tubuh? .

Oksigen sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, karena oksigen dapat membantu perombakan bahan makanan dalam tubuh. Dari proses perombakan makanan inilah energi bisa diperoleh.

Slamet Prawirohartono dan Sri Hidayati mengatakan, “Dalam keadaan biasa, sehari semalam kita memerlukan 300 liter oksigen, atau lebih kurang 0,25 per menit. Jumlah tersebut akan semakin meningkat bila aktivitas tubuh meningkat.”

Sepanjang hidupnya semua makhluk hidup harus memasukkan oksigen ke dalam tubuhnya secara terus-menerus dan tidak boleh berhenti. Sel-sel tubuh akan rusak atau mati jika tidak mendapatkan oksigen dalam jangka waktu tertentu. Sel otak akan mati atau rusak bila tidak mendapatkan oksigen selama 3-4 menit.

Dari mana oksigen diperoleh? Oksigen yang dibutuhkan diperoleh melalui pernafasan. Pernafasan adalah proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya.

Pernafasan dapat dilakukan dengan adanya alat-alat yang menyusun sistem pernafasan. Tanpa hal tersebut, mahkluk hidup tidak akan pernah bisa melakukan proses pernafasan. Alat-alat itu antara lain, hidung, laring, trakea dan paru-paru.

Kita dapat hidup tanpa makanan dan minuman selama beberapa hari, tetapi kita tidak dapat hidup tanpa bernafas. Kita perlu bernafas untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh setiap waktu.

Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?

Jika belum tahu, harganya sekitar Rp 25rb/liter,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?

Jika belum tahu, harganya sekitar +/- Rp 9.950/liter.

Taukah kamu Bahwa dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen, yang jika dijumlahkan angkanya seperti dibawah ini.

2.880 x Rp.25.000,-    = Rp. 72.000.000,-

11.376 x Rp. 9.950,-   = Rp.113.191.200,-

Total biaya sehari       = Rp.185.191.200,-

Bangaimana jika kita bernafas selama sebulan = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

Bagaimana jika bernafas selama 1 tahun = 365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-

Jika harus dihargai dengan Rupiah maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai Rp.185Juta lebih/hari/manusia.

Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.185 Juta, Maka sebulan Rp.5,5M/orang, setahun Rp.67,5 Milyar /orang.

Pertanyaannya, sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini?  dan berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu jika udara yang kita hirup harus dibayar? Sungguh manusia pada hakekatnya sangat lemah dan tidak layak berlaku sombong di muka BUMI ini !

Orang yangg paling kayapun tidak akan sanggup melunasi biaya nafas hidupnya, Jika Allah menjual menggunakan rumus dagang.

Masihkah kita belum mau bersyukur..?

Baru nafas saja kita sudah semestinya menghabiskan Rp.185.191.200,-/hari dan itu gratis dari Allah.

Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Alloh kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.

Seandainya Allah itu pedagang…….

Apa yang dapat kita lakukan untuk membayar biaya bernafas kita?

Pernahkah kita bersedekah sebanyak Allah bersedekah kepada kita?

Sesungguhnya manusia itu tamak dan kikir

Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah,

“katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.An-Nahl 16:18)”

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim 14:34).

[DONY SISWANDI/4ld]