Mengukur Kekuatan Militer Indonesia Vs Militer China

0
764

VIDEO – Laut China Selatan kembali memanas, kini Indonesia dan China terseret dalam pusaran konflik. Jika tak segera temukan solusi yang komprehensif, konflik ini akan tereskalasi menjadi sebuah konfrontasi fisik.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan siaga tempur di wilayah perairan Kepulauan Natuna dan sekitarnya. Sikap itu diambil tak lepas dari gelagat China yang mengklaim berdaulat di perairan tersebut sehingga kapal-kapalnya bebas berlayar.

Guna mendukung operasi siaga tempur, TNI mengirim 3 kapal, 1 pesawat intai maritim dan 1 pesawat Boeing.

Berdasarkan globalfirepower.com, kekuatan militer China secara keseluruhan berada di peringkat 3 dunia. Di bawah Amerika Serikat dan Rusia, di atas India dan Prancis.

Sementara itu, Indonesia berada di peringkat 16 dunia, di bawah Pakistan dan di atas Israel.

Armada laut China terdiri dari 714 kapal. Terdiri dari 1 kapal induk, 52 fregat, 33 kapal perusak, 41 korvet, 76 kapal selam serta 192 kapal patroli. Ada 33 pangkalan laut yang digunakan.

Sedangkan, total ada 221 kapal yang dimiliki Indonesia per 2019 lalu. Jumlah itu terdiri dari 8 kapal fregat, 24 kapal korvet, 5 kapal selam, 139 kapal patroli dan 11 pangkalan perang laut.

Jika perang di darat, China ditunjang 13 ribu tank, 40 kendaraan lapis baja, 2 ribu roket proyektor, 4 ribu artileri otomatis, dan 6.246 artileri manual.

Indonesia memiliki personel militer sekitar 800 ribu orang. Terdiri dari 400 ribu personel aktif dan 400 ribu personel cadangan. Namun demikian, ada 108 juta penduduk yang siap perang jika keadaan mengharuskan.

China memiliki 2,6 juta personel militer yang terdiri dari 2,1 juta aktif dan 510 ribu personel cadangan. Sebanyak 621 juta penduduknya siap perang jika kondisi mengharuskan.

Sedangkan, kekuatan udara China terdiri dari 1.222 pesawat tempur, 281 helikopter perang, seribu helikopter, dan 1.564 pesawat pembom serta meriam antiudara. Ditambah pesawat transportasi 193 buah.

Indonesia juga memiliki 315 tank perang, 141 artileri otomatis, 356 artileri manual, 36 proyektor misil dan 1.300 kendaraan lapis baja.

Di udara, Indonesia memiliki 41 pesawat tempur, 192 helikopter, 8 helikopter perang, serta 65 pesawat pembom dan meriam antiudara. Jika ditotal, Indonesia bakal ditunjang oleh 451 armada untuk perang udara. [*]