PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin Melebar
Makassar

Menteri Pertanian Bawa Kabar Gembira Bagi Universitas Hasanuddin Makassar

518
×

Menteri Pertanian Bawa Kabar Gembira Bagi Universitas Hasanuddin Makassar

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Bawa Kabar Gembira Bagi Universitas Hasanuddin Makassar
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar gembira bagi seluruh civitas Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar saat menyampaikan Kuliah Umum bertemakan Smart Farming, Pertanian Presisi dan Pertanian Masa Depan. Diketahui, Unhas merupakan kampus tempat dia menimba ilmu semasa kuliahnya dulu.

MAKASSAR—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar gembira bagi seluruh civitas Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar saat menyampaikan Kuliah Umum bertemakan Smart Farming, Pertanian Presisi dan Pertanian Masa Depan. Diketahui, Unhas merupakan kampus tempat dia menimba ilmu semasa kuliahnya dulu.

“Kabar gembira itu adalah penghargaan Agricola Medal yang baru diperoleh kembali di saat Menteri Pertaniannya alumni Fakultas Pertanian Unhas,” ujar Mentan, Selasa, 3 September 2024.

Diketahui, Agricola Medal adalah penghargaan Badan Pangan Dunia FAO atas peran dan kontribusi Indonesia dalam melakukan transformasi sistem pertanian berkelanjutan. Penghargaan ini diterima langsung oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Mentan mengatakan Agricola Medal terakhir kali diperoleh Indonesia tahun 1984 dan diterima langsung oleh Presiden Soeharto. Artinya, lebih dari 40 tahun Indonesia baru kembali meraihnya.

Dalam materi kuliahnya, Mentan menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan terus dikerjakan melalui berbagai program strategis seperti food estate, optimasi lahan, perluasan areal tanam, pompanisasi hingga membangun smart farming di berbagai daerah.

Sebagai contoh, Indonesia merupakan negara pertanian terbesar di dunia yang berhasil menerapkan berbagai teknologi penghemat air khususnya untuk produksi tanaman tebu. Mulanya, tanaman tersebut diprediksi gagal, namun seiring berjalannya waktu Indonesia mampu memproduksi gula secara mandiri.

“Dalam hal ini, sebagai ilmuwan kita harus selalu bertanya pada ahli. Tapi jangan bertanya pada ahli yang gagal di pekerjaan tersebut. Karena dia hanya akan membuat anda pesimis,” katanya.

Berikutnya, kata Mentan, Indonesia saat ini tengah membangun pertanian modern di berbagai daerah. Salah satunya yang saat ini dikerjakan pemerintah di Merauke Papua. Di sana, semua pengerjaan pertanian dilakukan melalui pemanfaatan teknologi seperti drone dan combain harvester.

“Merauke dan pembangunan klaster modern lainya adalah jawaban atas upaya kita menghilangkan kesenjangan antara Indonesia dan negara lain,” katanya.

Untuk diketahui, kementerian pertanian tengah menggencarkan program perluasan areal tanam (PAT) melalui pompanisasi sebagai upaya pemerintah dalam mengantisipasi darurat pangan yang melanda sejumlah negara akibat gelombang panas paling ganas.

“Ada El nino datang menghantam. Kekeringan melanda, Negara ini butuh makan, sedang produksinya tidak memenuhi. Inilah yang dihadapi negara kita. Makanya pompanisasi dilakukan sebagai upaya cepat untuk mengatasi kekeringan ekstrim akibat elnino. Selanjutnya kita cetak sawah, diharapkan kebutuhan dalam negeri akan dapat disuplai dari produksi sendiri,” jelasnya. (*/4dv)

Menteri Pertanian Bawa Kabar Gembira Bagi Universitas Hasanuddin Makassar
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar gembira bagi seluruh civitas Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar saat menyampaikan Kuliah Umum bertemakan Smart Farming, Pertanian Presisi dan Pertanian Masa Depan. Diketahui, Unhas merupakan kampus tempat dia menimba ilmu semasa kuliahnya dulu.

 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com