Para pegiat liberalisasi Islam pun kini sudah tak segan-segan lagi untuk melecehkan prinsip-prinsip pokok dalam agama Islam. Mereka kini tidak hanya berbeda pendapat dalam masalah cabang-cabang fikih, tetapi lebih jauh lagi telah bermain api dalam area keimanan seseorang.
Jika liberalisasi pemikiran Islam ini dibiarkan tentu akan sangat merugikan umat Islam secara umum. Sehingga semua kalangan harusnya peka terhadap munculnya upaya-upaya pihak tertentu dalam melakukan liberalisasi pemikiran Islam.
Islam mewajibkan kita mengambil Al Quran dan Hadist sebagai sumber hukum. Dalam Islam perkara halal itu jelas, dan perkara haram pun jelas.
Tidak ada kewenangan bagi seorang manusia untuk untuk mengubah hukum perbuatan, apalagi menganalogikannya dengan perkara-perkara yang diharamkan dalam Islam.
Oleh sebab itu umat Islam harus waspada terhadap upaya orang-orang yang berusaha mengutak-atik pemikiran Islam yang hanya akan menjerumuskan pada kemaksiatan nyata.
Munculnya liberalisasi pemikiran Islam akibat tidak ada kontrol pemerintah bahkan terkesan memberikan ruang gerak kepada para pegiat liberalisasi di negeri ini. Hanya dengan penerapan Islam secara kaffah umat Islam akan terjaga dari liberalisasi pemikiran Islam yang menyesatkan. Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Ifah Rasyida (Pegiat Literasi Islam)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

















