PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi PeganganPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Kementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaAppi Minta Dunia Pendidikan Makassar Tak Gagap Hadapi Era AI, Karakter Tetap Jadi Pegangan
HukumInternasional

Napi Penderita Gangguan Mental di Pakistan akan Eksekusi

706
×

Napi Penderita Gangguan Mental di Pakistan akan Eksekusi

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Pakar medis di Pakistan menyatakan sorang pria di eksekusi terpidana mati tersebut sebagai orang yang “kehilangan akal”.

Sementara itu, sebuah lembaga amal di Pakistan mendesak pihak berwenang Pakistan untuk menghentikan eksekusi seorang terpidana mati yang mengalami gangguan mental, mengatakan para pakar medis telah menyatakannya sebagai orang yang “kehilangan akal.”

Imdad Ali, 50, dijatuhi hukuman mati tahun 2002 karena membunuh seorang guru agama dan Mahkamah Agung Pakistan menguatkan putusan pengadilan itu baru-baru ini.

Beberapa pejabat di sebuah penjara di provinsi terbesar Pakistan, Punjab, telah menerima perintah untuk melaksanakan eksekusi itu pada hari Selasa (20/9) dini hari, menurut lembaga amal Proyek Keadilan Pakistan (JPP) yang berbasis di Lahore.

Perintah eksekusi itu dikeluarkan meskipun ada laporan medis yang mendiagnosanya dengan schizophrenia, gangguan mental kronis, kata JPP hari Minggu (18/9/2016). (vm/al/voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com