PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin Panjang
Makassar

New Makassar Mall Diproyeksikan Jadi Episentrum Baru Ekonomi Rakyat

138
×

New Makassar Mall Diproyeksikan Jadi Episentrum Baru Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
New Makassar Mall Diproyeksikan Jadi Episentrum Baru Ekonomi Rakyat
Pemerintah Kota Makassar mulai mengarahkan langkah serius untuk menghidupkan kembali New Makassar Mall—dulu dikenal sebagai Pasar Sentral—yang kini mengalami penurunan aktivitas signifikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), bahkan turun langsung meninjau kondisi gedung tersebut, Kamis (9/4/2026).

MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar mulai mengarahkan langkah serius untuk menghidupkan kembali New Makassar Mall—dulu dikenal sebagai Pasar Sentral—yang kini mengalami penurunan aktivitas signifikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), bahkan turun langsung meninjau kondisi gedung tersebut, Kamis (9/4/2026).

Peninjauan dilakukan menyeluruh hingga ke lantai tujuh (rooftop). Dari hasil pantauan, denyut aktivitas perdagangan di kawasan yang dulu menjadi pusat ekonomi kota itu kini tampak melemah. Sebagian besar lantai terlihat kosong, sementara aktivitas pedagang hanya terpusat di area basement, lantai dasar, dan lantai satu.

Kondisi ini memunculkan ironi. Kawasan yang dulunya menjadi episentrum pergerakan ekonomi masyarakat Makassar, kini justru kehilangan daya hidupnya.

“Dulu ini pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Sekarang kita lihat kondisinya, dan bagaimana kita bisa mengaktivasi kembali tempat ini,” ujar Appi.

Dalam kunjungan tersebut, Appi didampingi pemilik PT Melati Tunggal Inti Raya, John Theodore, jajaran Perumda Pasar Makassar Raya, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemkot Makassar.

Appi menegaskan, kebangkitan New Makassar Mall tidak boleh sekadar menghidupkan kembali fungsi perdagangan, tetapi harus diarahkan menjadi ruang ekonomi yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Pasar ini harus menjadi milik masyarakat. Keuntungan dari aktivitas di sini harus kembali dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Makassar tengah menyiapkan konsep revitalisasi berbasis kolaborasi. Pemerintah tidak ingin berjalan sendiri, melainkan melibatkan pengelola, pedagang, hingga pelaku usaha dalam membangun kembali ekosistem ekonomi di kawasan tersebut.

“Makassar tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, pengelola, dan pelaku usaha,” katanya.

Salah satu konsep yang disiapkan adalah menjadikan New Makassar Mall sebagai sentra UMKM modern yang terintegrasi. Skema ini diharapkan mampu menciptakan efek domino terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, sekaligus menghadirkan daya tarik baru bagi masyarakat.

“Minimal ini menjadi pusat UMKM. Tapi pengisiannya harus serentak agar terbentuk ekosistem dan daya tarik bagi pengunjung,” jelas Appi.

Tak hanya itu, Pemkot juga membuka peluang pengembangan konsep berbasis inovasi, termasuk integrasi dengan sektor pariwisata dan penguatan infrastruktur penunjang.

Untuk mematangkan rencana tersebut, dalam waktu dekat Pemkot Makassar bersama Perumda Pasar dan pihak pengelola akan melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang dinilai berhasil mengelola pasar modern.

“Konsepnya masih kita matangkan. Yang pasti, semua pihak harus terlibat dan tidak boleh ada yang dirugikan,” ujarnya.

Dengan pendekatan baru yang lebih kolaboratif dan berbasis ekosistem, Appi optimistis New Makassar Mall dapat bangkit dari kondisi saat ini dan kembali menjadi episentrum baru ekonomi rakyat di Kota Makassar. (70n/4dv)

New Makassar Mall Diproyeksikan Jadi Episentrum Baru Ekonomi Rakyat
Pemerintah Kota Makassar mulai mengarahkan langkah serius untuk menghidupkan kembali New Makassar Mall—dulu dikenal sebagai Pasar Sentral—yang kini mengalami penurunan aktivitas signifikan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), bahkan turun langsung meninjau kondisi gedung tersebut, Kamis (9/4/2026).

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com