PANGKEP—Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mulai mengubah cara menjaga ketahanan pangan. Fokusnya bukan lagi sekadar memastikan stok tersedia, tetapi mengawal keamanan pangan sejak dari desa, sekolah, hingga pasar tradisional.
Langkah itu diperkuat melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar lewat advokasi lintas sektor yang menyasar tiga program prioritas nasional tahun 2026, yakni Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Pendekatan ini menempatkan pengawasan pangan dalam satu rantai yang saling terhubung. Pemerintah tidak hanya memeriksa produk di hilir, tetapi mulai membangun sistem pengawasan sejak sumber pangan berada di tingkat komunitas.
Sebanyak 17 titik ditetapkan sebagai lokasi fokus implementasi program. Lokasi tersebut tersebar di desa, sekolah, hingga pasar tradisional, seperti Desa Padang Lampe, Desa Manggalung, UPT SMPN 1 Pangkajene, UPT SMPN 1 Bungoro, UPT SMP Tonasa, sejumlah sekolah dasar, serta Pasar Kassi dan Pasar Tanete.
Program ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga DP2KBP3A Pangkep. Keterlibatan lintas OPD dinilai penting agar pengawasan pangan tidak berjalan sektoral.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menegaskan ketahanan pangan tidak cukup diukur dari ketersediaan bahan pangan. Menurutnya, aspek keamanan konsumsi menjadi faktor penting yang harus dijamin pemerintah.
“Yang harus dipastikan bukan hanya ketersediaan pangan, tetapi juga keamanan pangan tersebut bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan mengapresiasi komitmen Pemkab Pangkep yang dinilai serius membangun sistem pangan aman berbasis komunitas. Ia menegaskan keamanan pangan tidak bisa diwujudkan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat.
Melalui skema ini, Pangkep tidak hanya membangun ketahanan pangan dari sisi produksi, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Sistem pengawasan yang menyentuh desa, sekolah, hingga pasar diharapkan mampu menciptakan rantai pangan yang aman sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia di masa depan. (Ag4ys)













