MAKASSAR – Suasana tegang dan panas mengawali diskusi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan Manggala, yang dihelat di hotel Remcy Makassar, Rabu (31/1).
Diskusi yang dimoderatori oleh ketua FKLPM Manggala, Andi Pasamangi Wawo didampingi Plt. Ketua LPM Kelurahan Batua, Hamzah Hamid selaku notulen tersebut, diawali dengan memberi kesempatan kepada juru bicara setiap kelurahan untuk menyampaikan prioritas usulan serta pandangan-pandangannya.
Sekretaris LPM Bangkala, Ronny yang tampil pertama langsung menyampaikan keberatannya, karena sesuai data yang diterima dari panitia untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan tahun 2018, tidak terdapat satupun usulan kegiatannya pada Musrenbang tahun 2017 lalu yang terelaisasi.
“Sebelum kita melangkah membahas rencana tahun yang akan datang, saya minta pemerintah bisa menjelaskan, kenapa di tahun 2018 ini, tidak ada satupun usulan kami tahun lalu yang diakomodir,” ucap Ronny dengan nada tinggi.
Hal senada juga disampaikan ketua LPM kelurahan Biring Romang, Ambang Ardi, yang mengaku tidak satupun usulan yang diusung di Musrenbang tahun 2017 terakomodir di tahun 2018 ini, ironisnya ada beberapa rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan di kelurahan Biring Romang, namun tidak pernah diusulkan, bahkan ada yang baru saja selesai dikerjakan akhir tahun 2017, yang kembali masuk akan dikerjakan di tahun 2018.
Terkait dengan tidak terealisasikannya usulan dalam Musrenbang tahun 2017 lalu, Ambang meminta pihak Bappeda serta SKPD terkait untuk memberikan alasan dan penjelasan, kenapa usulan tersebut tidak diakomodir, agar ke depan, tidak lagi mengalami hal yang sama.
Selain itu Ambang juga mengingatkan kepada seluruh jajaran kepala SKPD yang ada, bahwa sejak tahun 2017 di kecamatan Manggala telah bertambah 2 kelurahan baru yaitu kelurahan Biring Romang dan kelurahan Bitowa.
Menanggapi situasi yang semakin memanas, Andi Pasamangi selaku moderator setelah seluruh juru bicara masing-masing kelurahan memaparkan argumentasinya, mempersilahkan pimpinan SKPD terkait segera memberikan penjelasan dan klarifikasi atas keluhan masyarakat kecamatan Manggala.
Humas Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Hamka Darwis yang memperoleh kesempatan pertama memberikan penjelasan, segera menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta Musrenbang kecamatan Manggala, karena data yang dibagikan panitia merupakan data yang tidak lengkap, sehingga banyak pekerjaan yang tidak masuk dalam data tersebut.
“Pada kesempatan ini pertama-tama saya mohon maaf karena data yang dibagikan kepada peserta merupakan data yang tidak lengkap, dan ini saya telah bagikan kepada bapak-bapak lurah di sini data renacana pekerjaan yang akan direalisasikan tahun 2018 di kecamatan Manggala yang lengkap,” tegas Hamka sembari menunjukkan 2 lembar kertas foto copy yang berisikan data rencana pekerjaan tahun 2018.
Sementara itu Kepala Bappeda Kota Makassar, dr. Andi Hadijah Iriani, Sp. THT-KL, menjelaskan, bahwa dari data yang dimiliki Bappeda, tidak ada satupun kelurahan yang ada di kota Makassar yang tidak terdapat kegiatan pembangunan di tahun 2018.
“Saya pastikan setiap kelurahan yang ada di kota Makassar, pasti ada kegiatan pembangunan yang akan direalisasikan tahun 2018 ini, bahkan untuk kecamatan Manggala, dari usulan kurang lebih sebesar 8 Milyar di tahun 2017, khusus dari Dinas PU realisasinya mencapai 32 milyard, itu belum termasuk SKPD lain,” tegas dr. Iriani, sembari menjamin, bahwa usulan tahun 2017 yang direalisasikan di tahun 2018 mencapai dikisaran 80%.
Menanggapi penjelasan Dinas PU dan Bappeda tersebut, ketegangan yang tadinya tersirat diraut wajah peserta Musrenbang kecamatan Manggala, berangsur-angsur mereda, dan musrenbangpun dapat dilanjutkan dengan suana yang lebih akrab penuh kekeluargaan. (464Ys)













