5 Hari Pasca Hari Raya Idul Adha, Ratusan Kendaraan Padati Pelabuhan Pamatata
Pelabuhan penyeberangan Fery Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar nampak dipadati kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, Minggu (25/7/2021).

SELAYAR—Lima hari pasca Hari Raya Idul Adha 1442 H, Pelabuhan penyeberangan Fery Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar nampak dipadati kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bira Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, Minggu (25/7/2021).

Ratusan Kendaraan pemudik yang hendak kembali menuju daratan Pulau Sulawesi nampak mulai memadati area terminal Pelabuhan Pamatata, sejak Sabtu (24/7) hingga Minggu (25/7).

Untuk mengantisipasi hal itu, sejak usai perayaan hari raya qurban yang jatuh pada 20 Juli 2021, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Selayar telah menyiapkan 3 unit armada Kapal Ferry yang siap ber;ayar menuju Pelabuhan Bira Bulukumba. Ketiga kapal Ferry adalah, KMP Bontoharu, KMP Kormomolin dan KMP Takabonerate, yang dibagi dalam 3 trip perhari.

Ketiga armada kapal tersebut disiapkan untuk mengangkut dan mengurai antrian kendaraan pemudik di area terminal Pelabuhan Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-selatan yang akan kembali melaksanakan rutinitas harian, pasca hari lebaran.

Menurut Informasi yang diperoleh Media Sulsel dari petugas loket antrian di Pelabuhan Pamatata, total jumlah kendaraan yang menyeberang pada hari Minggu (25/7) total sebanyak 191 kendaraan yang terdiri dari 21 unit mobil truk, 53 Unit mobil kecil dan 117 unit kendaraan roda dua.

Berjubelnya antrian kendaraan yang mulai memasuki area terminal semenjak hari sabtu tersebut, menurut informasi yang dihimpun Media Sulsel dipicu oleh kapasitas atau daya angkut KMP Takabonerate yang relatif kecil yaitu 15 Unit Mobil Kecil dan kurang lebih 30 unit kendaraan roda dua.

Namun meski demikian, menurut salah seorang pengemudi truk yang dimintai tanggapannya mengaku, bahwa padatnya antrean di area terminal Pelabuhan Pamatata bukanlah barang baru dan sudah menjadi pemandangan lazim.

Dugaan kurang tertibnya sistem pelayanan nomor antrian kendaraan disinyalir, kerap memicu terjadinya kepadatan kendaraan, terutama untuk armada mobil kampas, dan truk bak terbuka.

Terkait akan hal tersebut, para pengemudi truk antar kota dalam provinsi berharap agar sistem pelayanan nomor antrian, bisa dibenahi dan disesuaikan dengan urutan kedatangan. (*/4f4d)