PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kemenekraf Kembangkan Tenun Toraja Jadi Fesyen Modern • CPNS 2026 Dibuka November, Pemerintah Siapkan Rekrutmen PNS Tahun Ini • Target Pajak MBLB Bone Rp21 Miliar, Realisasi Baru Rp601 Juta • KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin di Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina • Maxim Tawarkan Diskon hingga 30% di Program Black Friday 6-15 November • Rismono Minta Pemda Bone Tak Lantik ASN Sebelum SK Pengangkatan Siap • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • PEMBERITAHUAN REDAKSI MEDIASULSEL.COM: Waspadai pihak yang mengatasnamakan Mediasulsel.com dan Mediasulsel.co.id. Perhatikan kesesuaian logo serta identitas resmi Mediasulsel. Seluruh jurnalis Mediasulsel dilengkapi ID Card resmi saat bertugas. Jika menemukan tindakan penyalahgunaan nama dan identitas Mediasulsel, segera lakukan konfirmasi kepada Redaksi melalui WhatsApp 0822-8999-8073. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kemenekraf Kembangkan Tenun Toraja Jadi Fesyen Modern • CPNS 2026 Dibuka November, Pemerintah Siapkan Rekrutmen PNS Tahun Ini • Target Pajak MBLB Bone Rp21 Miliar, Realisasi Baru Rp601 Juta • KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin di Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina • Maxim Tawarkan Diskon hingga 30% di Program Black Friday 6-15 November • Rismono Minta Pemda Bone Tak Lantik ASN Sebelum SK Pengangkatan Siap •
Internasional

Pasca Serangan di New York, Trump Ingin Hapuskan Undian Green Card

539
×

Pasca Serangan di New York, Trump Ingin Hapuskan Undian Green Card

Sebarkan artikel ini

NEW YORK – Serangan teror di New York hari Selasa (31/10) dengan cepat menjadi isu politik setelah Presiden Donald Trump menyalahkan program diversity visa (undian green card) yang menurutnya memungkinkan tersangka, Sayfullo Saipov, masuk ke Amerika dan menyebut sistem peradilan Amerika “sebuah lelucon” karena terlalu lambat.

Trump hari Rabu (1/11) mengatakan bahwa ia ingin bekerja sama dengan Kongres AS untuk menghapus undian green card, yang mana tersangka pelaku serangan New York, Saipov masuk ke Amerika tahun 2010 melalui undian imigrasi ini.

Komentar tersebut menuai kritik dari pihak Partai Demokrat, yang mengatakan bahwa presiden terburu-buru mempolitisir sebuah tragedi ketika penegak hukum berusaha menentukan fakta-fakta mengenai apa yang terjadi.

Hari Rabu, dalam pernyataan di Twitter, Trump menyalahkan ketua fraksi Partai Demokrat di Senat AS Charles Schumer dari New York karena memungkinkan “teroris” masuk ke Amerika, sebagai bagian dari “apa yang dikatakan ‘Diversity Visa Lottery Program’, sebuah gagasan indah Chuck Schumer. Saya ingin berdasarkan kepatutan.”

Schumer menuduh Trump “mempolitisir dan memecah Amerika, yang selalu ia lakukan pada saat tragedi nasional.” Schumer mengatakan bahwa ia “selalu percaya dan terus percaya imigrasi baik bagi Amerika.”

Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut cuitan Presiden Trump, “tidak membantu”.

“Saya kira tidak faktual, mereka cenderung menuding dan mempolitisir situasi. Ia merujuk kembali pada kebijakan imigrasi yang menangani lotre dan menyalahkan orang-orang yang meloloskan kebijakan imigrasi tersebut. Tweetnya bahkan tidak akurat, sejauh yang saya tahu. Program itu adalah undang-undang bipartisan yang disahkan dan pada dasarnya tidak ada relevansinya dengan fakta situasi ini,” kata Cuomo.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders kemudian mengatakan Trump tidak menyalahkan Schumer atas serangan itu dan hanya Saipov yang bertanggung jawab. Ia mengatakan Trump menganggap Saipov seorang “pejuang musuh”.

Tapi Sanders mengatakan sistem imigrasi undian dengan mana Saipov datang ke Amerika harus dicabut karena memberi kesempatan datang ke Amerika dengan sedikit pemeriksaan karakter dan latar belakang.

Undian imigrasi merupakan bagian dari undang-undang Amerika tahun 1990 yang disponsori Schumer bersama 25 anggota Partai Demokrat lainnya dan enam anggota Partai Republik ketika Schumer menjadi anggota DPR. [voa/my/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com