JENEWA—Kantor Hak Asasi Manusia PBB merilis data yang menunjukkan bahwa hampir 70% korban tewas yang telah diverifikasi dalam konflik Gaza adalah perempuan dan anak-anak.
Laporan ini memperkuat pernyataan Palestina yang menyatakan bahwa kelompok rentan ini mendominasi jumlah korban dalam perang.
Dalam laporannya, PBB mengecam pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, menyoroti kurangnya prinsip pembedaan dan proporsionalitas dalam operasi militer di wilayah Gaza.
Laporan setebal 32 halaman itu mencatat bahwa konflik tujuh bulan pertama mencatat 8.119 korban jiwa.
Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan data otoritas Palestina yang melaporkan lebih dari 43.000 korban jiwa selama periode 13 bulan penuh konflik.
Anak-anak, khususnya, mencakup 44% dari total korban dengan usia terbanyak antara 5-9 tahun.
Temuan laporan ini menunjukkan bahwa sebagian besar serangan menyebabkan lima korban atau lebih dalam satu serangan, yang menurut PBB menunjukkan penggunaan senjata dengan daya rusak luas.
Meski demikian, laporan juga menyebut beberapa korban mungkin berasal dari proyektil yang salah sasaran oleh kelompok bersenjata Palestina.
Volker Turk, Komisaris Tinggi PBB untuk Urusan Hak Asasi Manusia, menekankan pentingnya penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional. (*)

















