MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen dalam menuntaskan persoalan kemiskinan di sulsel dengan melakukan berbagai program dan kegiatan.
Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, hingga kini giniratio atau ketimpangan pendapatan antara didesa maupun di kota semakin mengecil sekitar 0,377.
“Sekarang, salah satu dampak inflasi itu yang menyebabkan kenaikan. Makanya kalau kita lihat itu kemarin dulu 300 ribu lebih garis kemiskinan sekarang menjadi 400 lebih,” kata Andi Darmawan Bintang saat di temui di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (27/1/2023).
Darmawan menjelaskan Faktor identifikasi kemiskinan diantaranya berasal dari makanan dan non makanan.
“Kalau makanan seperti ada banden kalau non makanan ada transportasi ada bensin, masyarakat yang dulunya bisa belanja terkait transportasi sekarang tidak bisa karena harga naik terlalu signifikan,” tuturnya.
Mantan PJ Bupati Takalar ini, menambahkan, sesuai perintah presiden untuk penanganan kemiskinan ekstrem dengan koordinasi bersama kabupaten dan kota.
“Perintah presiden selain kemiskinan ekstrem kita koordinasi kabupaten dan kota yang bisa dilakukan bersama. Yakni, dengan turunkan beban hidup, tingkatkan pendapatan, mengurangi kanton kemiskinan,” urainya.
“Misalnya dengan padat karya kedua bantu skema kelompok usaha mandiri, Bantu sumber makan misalnya di sektor pertanian pekarangan dengan bantuan bibit dan lainnya serta kurangi bebang hidup dengan memberikan insentif ke masyarakat miskin,” pungkasnya. (*)













