PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin Melebar
Opini

Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan

1653
×

Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan

Sebarkan artikel ini
Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan
Emi Mastura, SP.d (Pengamat Sosial Masyarakat)
Kasus KKB Tak Berpenghujung

Kasus KKB ini ibarat benang kusut yang tak berpenghujung, hal ini sudah sangat lama terjadi tapi tidak ada tindak tegas yang diambil oleh pemerintah, sampai sekarang belum ditemukan titik terang penyelesain terkait KKB, sebaliknya malah menelan banyak korban.

Sayangnya, kini korban justru jatuh dari pihak TNI. Ini menunjukkan konflik senjata yang terjadi bukanlah sesuatu yang ringan, bahkan bisa merembet menjadi isu disintegrasi.

Selain itu, konflik tersebut juga jelas-jelas dengan kelompok yang selama ini dikenal sebagai separatis. Oleh karena itu, semestinya pemerintah lebih serius lagi. Apalagi Papua adalah isu sensitif bagi dunia internasional.

Aksi KKB sudah sangat meresahkan dan mengancam keutuhan NKRI. Di tengah upaya pemerintah membangun Papua melalui Otsus Jilid II, Egianus Kogoya dan anggotanya memperkeruh tatanan baru yang hendak dibangun bersama. Tidak pelak, aksi KKB ini justru berpotensi memecah belah kehidupan masyarakat yang berangsur harmonis di Papua.

Keberadaan KKB tidak hanya sebatas eksistensi, tetapi mereka memang menganggap negara dan masyarakat yang pro terhadap NKRI adalah musuh. Selain itu, tindakan mereka pun sudah sangat brutal.

Bagaimanapun, Papua adalah daerah rawan konflik. Konflik politis di Papua sejatinya tidak hanya soal KKB, tetapi juga kubangan korupsi para pejabatnya, kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, liberalisasi seksual, hingga HIV/AIDS.

Mencermati semua ini, jelas ada kepentingan kapitalis besar di balik konflik KKB. Kasus pilot Susi Air hanya pemantik saja. Isu bahwa konflik KKB adalah konflik yang “sengaja” digulirkan bahkan selama ini dipelihara demi mengamankan kepentingan kapitalis Freeport, justru tampak benar adanya.

Padahal yang dipertaruhkan oleh negeri ini demi Freeport adalah ancaman disintegrasi Papua itu sendiri. Pasalnya, korban jiwa sudah jatuh dari kalangan militer. Ini artinya, kasus Papua tidak bisa dipandang sebelah mata jika negeri kita tidak menghendaki kalahnya kedaulatan negara di bawah injakan hina kaki kapitalisasi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com