PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin Melebar
Opini

Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan

1653
×

Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan

Sebarkan artikel ini
Penantian Ujung Konflik KKB: Antara Harapan dan Kenyataan
Emi Mastura, SP.d (Pengamat Sosial Masyarakat)
Pandangan Islam

Dalam islam di setiap permasalahan yang terjadi khalifah akan sigap dalam mencari jalan keluar, terutama masalah wilayah di dalam daulah yang mengalami masalah bahkan menelan korban jiwa.

Karena islam sangat melindungi orang-orang yang ada di dalam naugan daulah islamiyah, satu nyawa sangat berharga bagi mereka, ibarat lebih baik kabbah yang runtuh dibandingkan satu nyawa yang melayang sia-sia oleh pemberontak.

Sehingga islam sangat memperhatikan hal tersebut untuk segerah di selesaikan dan tidak tinggal diam mengamati perkembagan kasus tapi memikirkan dan mengambil tindakan bagaimana hal tersebut berakhir.

Kondisi ini pernah juga pernah terjadi di saman Rasulullah saw. Ia lakukan sebelum Perang Mu’tah. Saat itu, Rasulullah saw. mengirim sejumlah utusan ke beberapa negeri di luar Madinah. Salah satunya adalah Harist bin Umair al-Azdi, yang Rasulullah saw. utus kepada Bashra, yakni Syarhabil bin Amru al-Ghasani. Bashra sendiri saat itu dikuasai Romawi.

Syarhabil menahan Harits bin Umair al-Azdi, serta mengikat dan membunuhnya. Tindakan Syarhabil ini jelas pelecehan besar terhadap Daulah Islam yang tidak bisa dibiarkan. Untuk itu, Rasulullah saw. kemudian mengirimkan pasukan Mu’tah.

Dalam Islam, penanggulangan KKB sangat menjadi perhatian besar bagi negara sehingga harus di tindak tegas juga dengan tindakan militer. Ini karena KKB telah mengangkat senjata dan bertahan di suatu tempat tertentu, serta memiliki kekuatan militer tertentu yang melawan negara.

Mereka juga menyerang masyarakat dan menghilangkan nyawa. Sanksi tepat bagi mereka hanyalah hukuman mati dan penyaliban, atau hukuman mati, atau memotong tangan dan kaki mereka secara bersilangan, atau mengasingkan mereka ke tempat lain.

Hal ini sesuai firman Allah Swt. “Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar.” QS Al-Maidah ayat 33.

Maka dari itu sudah sepantasnya kita kembali ke hukum islam, yang sangat menjaga ketentraman negara bahkan musuh takut saat islam tegak, karena apa yang di lakukan ummat dahulu bukanlah melihat kepentingan di balik apa yang ia lakukan, tapi apakah Allah ridho apa yang mereka lakukan, walaupun nyawa taruhanya untuk memerangi musuh dalam daulah islam. (*)

 

Penulis: Emi Mastura, SP.d (Pengamat Sosial Masyarakat)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com