PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di BatuaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTKPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanBansos Masuk Era Digital, Gus Ipul Kerahkan Tetangga Jadi Mata Data PemerintahKecamatan Manggala Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batua
Inspirasi

Pendidikan Karakter

549
×

Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
Pendidikan Karakter
Penulis: Intan Permata Sari (Mahasiswi STITMA Yogyakarta)

MEDIASULSEL.COM—Secara ideologis, pembangunan karakter bangsa adalah upaya untuk memasukkan ideologi Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara normatif, itu adalah upaya untuk mencapai tujuan negara, seperti melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan berkontribusi pada ketertiban global yang mengutamakan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.

Pembangunan karakter bangsa adalah dinamika utama proses kebangsaan yang telah terjadi sepanjang sejarah, baik selama penjajahan maupun selama kemerdekaan. Untuk bangsa multikultural, pembangunan karakter bangsa juga penting.

“Karakter” sering dikaitkan dengan “temperamen”, “tabiat”, “watak”, atau “akhlak”. Menurut etimologi, kata “karakter” berasal dari kata Latin “kharacter”, yang berarti alat untuk menandai, “charessein”, yang berarti mengukir, “watek”, yang berarti ciri wanci, dan “watak”.

Tujuan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:

Mengembangkan potensi kalbu, nurani, dan afektif peserta didik sebagai individu dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa; Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa; Mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang terpuji yang sesuai dengan nilai-nilai religius universal dan tradisi budaya bangsa.

Fungsi Pendidikan Karakter:

Pengembangan: memungkinkan peserta didik untuk menjadi individu yang berperilaku baik. Ini berlaku untuk peserta didik yang memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan sifat bangsa.

Perbaikan: Meningkatkan tanggung jawab pendidikan nasional untuk membangun potensi siswa yang lebih berkualitas.

Penyaring: digunakan untuk mengidentifikasi budaya bangsa sendiri dan budaya negara lain yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dan sifat bangsa yang penting.

Sumber Nilai Pendidikan Karakter yaitu:

Agama: Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Nilai-nilai dan kaidah agama harus menjadi dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Pancasila: Prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang membentuk negara kesatuan Republik Indonesia dikenal sebagai Pancasila.

Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu.

Tujuan Pendidikan Nasional dikembangkan oleh berbagai lembaga pendidikan di berbagai jenjang dan jalur, dan merupakan rumusan kualitas yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. (*)

 

Penulis: Intan Permata Sari (mahasiswi STITMA Yogyakarta)

 

 

***

 

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com