Peringatan Hardiknas sangat berbeda, Kadisdik Sulsel: Kita intregrasi dan luncurkan berbagai inovasi diantaranya E Andalang

Peringatan Hardiknas sangat berbeda, Kadisdik Sulsel: Kita intregrasi dan luncurkan berbagai inovasi diantaranya E Andalang
Kelapa Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad mengatakan upacara peringatan hardiknas tahun 2022 yang dilakukan dihalaman rumah jabatan Gubernur sulsel sangat berbeda dengan melakukan integrasi dengan berbagai pihak, Jumat (13/5/2022).

MAKASSAR—Dinas Pendidikan Sulsel melaksanakan peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini dengan sangat berbeda dari tahun sebelumnya yang diintegrasikan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Kementerian Pendidikan maupun Pemprov Sulsel sekaligus meluncurkan berbagai program dan inovasi.

Kelapa Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad mengatakan upacara peringatan hardiknas tahun 2022 yang dilakukan dihalaman rumah jabatan Gubernur sulsel sangat berbeda dengan melakukan integrasi dengan berbagai pihak.

“Tahun ini kan agak berbeda, kita peringati hardiknas, kita terintegrasi mulai kanwil Kemenag sulsel, kementrian pendidikan dan pemprov sulsel sendiri, kita bersinergi semua, sebelum acara ini, juga ada kegiatan melibatkan perguruan tinggi untuk berkontribusi penyiapan generasi 4.0, penguatan kewirausahaan guru dan siswa sma serta game untuk para siswa,” ungkapnya usai pelaksanaan upacara Jumat (13/5/2022).

Kadisdik Sulsel menjelaskan pada tanggal 19 mei mendatang akan dilaksanakan puncak peringatan hardiknas dengan meluncurkan berbagai inovasi.

“Pak Gubernur Sulsel membuka kegiatan dan lomba, seni, olahraga religi dan pameran, kemudian nanti tanggal 19 mendatang yang merupakan puncak hardiknas dan subtansi pendidikan, akan diluncurkan inovasi pendidikan dalam mencerdaskan sulsel kedepan yaitu mulai dari inovasi penanganan anak tidak sekolah,” jelasnya.

“Ini kan angka tidak sekolah masih cukup tinggi harus ada upaya ekstra sehingga angka anak tidak sekolah bisa ditekan dan pada tahun 2023 mendatang sudah ada gebyar anak tidak sekolah, contoh paud anak, partisipasi paud masih kurang, makanya ada pertemuan bunda PAUD, Kabupaten Kota untuk menyamakan persepsi,” sambungnya.

Berita Lainnya
Lihat Juga:  Momentum HUT ke-76, PMI Sulsel Aktif Lakukan Penanganan Covid-19

Setiawan Aswad lebih jauh mengaku inovasi selanjutnya adalah gerakan kembali sekolah nanda, peduli dan tangani anak yang berpotensi putus sekolah (pelita).

“Penuntasan anak tidak sekolah dengan tiga turunan yaitu gerakan kembali sekolah nanda, peduli dan tangani anak yang berpotensi putus sekolah (pelita), serta gerakan inovasi sekolah menyenangkan,” tuturnya.

Ia menambahkan untuk memaksimalkan program smart scholl yang sudah di luncurkan Gubernur maka di bangun flatform bernama E Andalang.

“Kita mau bangun flatform yang utuh namanya e andalang atau ekosistem, aplikasi, pelayanan pembelajaran, terintegrasi yang akan menguatkan guru dan tata kelola pendidikan,” tambahnya.

“Program andalan atau akademi of inovatif, education, manajemen dan leadership dalam rangka menguatkan kapasitas dan kompetensi guru sehingga setiap tahun pengembangan kompetensi bisa terus berkembang,” pungkasnya. (*)

Berita terkait