“PPGLHK mendukung peningkatan kapasitas wawasan siswa/i Sekolah Dasar di Indonesia terhadap pelestarian air dan lingkungan dengan memperkaya materi pembelajaran melalui modul-modul yang ditawarkan Program “Mizuiku” ini, antara lain melalui Video MTG dan aktivitas “Mizuiku Outdoor Class” dalam rangka mendorong sekolah untuk menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup,” papar Sinta.
Untuk diketahui, tahun 2021, SGB telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan KLHK yang bertujuan dalam pembinaan dan pengajaran terkait konservasi air untuk generasi muda di sekolah, lembaga masyarakat, dan komunitas di sekitarnya.
“Mizuiku Outdoor Class” ajak anak-anak melestarikan alam dan air dengan edukasi mengenai flora endemik
Program “Mizuiku Outdoor Class” dirancang untuk memberikan edukasi pelestarian lingkungan yang holistik dan menyenangkan, seperti menanam pohon untuk membantu siswa/i Sekolah Dasar memahami cara melakukan konservasi air.
Selain itu, sejalan dengan tema Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2023 yaitu “Build Back Biodiversity”, “Mizuiku Outdoor Class” bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa juga memperkenalkan tanaman endemik Gowa seperti Kayu Hitam Sulawesi atau Eboni (Diospyros celebica), Kayu Kuku (Pericopsis mooniana), dan jenis jambu-jambuan (Syzygium) antara lain Kalawasa dan Pasui kepada para siswa/i dari sejumlah sekolah di Gowa. Para siswa/i Sekolah Dasar juga diajarkan bagaimana mereka dapat berperan dalam melestarikan tanaman tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Aziz, mengapresiasi inisiatif SGB dalam memberikan edukasi pelestarian air dan lingkungan kepada generasi muda di Gowa.
“Kami menyambut baik kehadiran program Mizuiku Outdoor Class di Gowa yang diharapkan dapat mengedukasi siswa/i Sekolah Dasar dan masyarakat mengenai tanaman endemik Gowa dan akan pentingnya pelestarian air serta lingkungan. Inisiatif ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan kekayaan flora dan fauna Gowa dan Sulawesi,” terang Azhari.
Senada dengan Azhari, Pegiat Literasi Hayati dan Konservasi sekaligus Pendiri Rumah Hijau Denassa, Dermawan Denassa, mengatakan, bahwa Sulawesi Selatan memiliki beragam flora dan fauna endemik nan langka yang perlu dijaga bersama agar anak-cucu bisa melihatnya kelak. Maka dari itu, siswa/i Sekolah Dasar sebagai generasi penerus bangsa perlu dilibatkan sejak dini dalam mengemban tanggung jawab untuk menjaga keanekaragaman hayati ini, kini dan nanti.
“Pendekatan eksploratif dari “Mizuiku Outdoor Class” dalam mendorong rasa ingin tahu siswa/i Sekolah Dasar terhadap ekosistem diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga alam Indonesia tetap lestari,” tegas Dermawan.
Program “Mizuiku” memiliki empat area pelestarian air yang menjadi desain khusus pembelajaran bagi anak-anak dan guru, yaitu: Menjaga Daur Air, Mencegah Pencemaran air, Mengkonservasi air, Menjaga Air Tetap Bersih dengan Memilah Sampah. (*/AG4YS)










