PermataBank Nobatkan 150 Siswa sebagai Duta Menabung

PermataBank Nobatkan 150 Siswa sebagai Duta Menabung
Sebanyak 150 siswa dari 15 Sekolah Dasar dan Sekolah Luar Biasa (SLB) berpartisipasi dalam program PermataBankir Cilik naik dari jumlah peserta tahun lalu sebanyak 100 siswa dari 10 sekolah.

JAKARTA—Menuju penghujung tahun 2021, PermataBank terus menyelenggarakan berbagai program PermataHati CSR secara daring, berinovasi dan inklusif. Hari ini PermataBank meluluskan 150 Duta Menabung yang telah berpartisipasi dalam program PermataBankir Cilik 2021 selama tiga bulan.

Program ini diinisiasi untuk menyebarluaskan semangat menabung sejak dini dan edukasi mengenai literasi keuangan, khususnya kepada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) seluruh Indonesia.

PermataBankir Cilik 2021 telah menjangkau sebanyak 15 Sekolah Dasar yang berlokasi di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bandung, Yogyakarta, dan Malang.

Program PermataBankir Cilik yang telah diselenggarakan sejak 2014, tahun ini turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI), dan Bank Indonesia.

Selain itu, pada tahun ini program hadir dengan sebuah inovasi baru yang belum ada dalam pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, yaitu pelatihan khusus bagi para guru pendamping. Kegiatan pelatihan guru ini menjadi sebuah bagian baru dari rangkaian kegiatan PermataBankir Cilik 2021 untuk meningkatkan kualitas terhadap kurikulum sebelumnya.

Pelatihan tersebut diharapkan akan menghadirkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan mengajarkan literasi keuangan kepada anak tingkat SD secara efektif dan menyenangkan, sehingga ada lebih banyak lagi siswa/i SD dan SLB yang merasakan manfaat program PermataBankir Cilik di masa mendatang.

Berita Lainnya

Richele Maramis, Head of Corporate Affairs PermataBank mengatakan PermataBankir Cilik kembali diselenggarakan tahun ini dengan tujuan untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini, melahirkan para Duta Menabung cilik, mengembangkan pribadi yang kreatif, berani, dan berjiwa pemimpin, serta mempersiapkan guru sebagai agen perubahan dalam peningkatan literasi keuangan di sekolah.

Lihat Juga:  Permata Bank Dampingi UMKM Disabilitas Melalui Pelatihan Vokasional Dalam Mendukung Hari Disabilitas Internasional

Tahun ini, sebanyak 150 siswa dari 15 Sekolah Dasar dan Sekolah Luar Biasa (SLB) berpartisipasi dalam program PermataBankir Cilik naik dari jumlah peserta tahun lalu sebanyak 100 siswa dari 10 sekolah.

“Kami percaya bahwa setiap anak tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses yang luas terhadap literasi keuangan. Harapannya, program PermataBankir Cilik tidak hanya mencetak siswa-siswi berprestasi menjadi Duta Menabung, tetapi sekaligus membuka jalan untuk menyiapkan agen perubahan di sekolah-sekolah.” papar Richele.

Sementara, Edwin Nurhadi selaku Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK dalam sambutannya menjelaskan Pertumbuhan ekonomi Indonesia tentunya sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesa.

Dengan adanya target inklusi keuangan menjadi 90% pada tahun 2024, perlu adanya sinergi dari berbagai pihak. Karena itu, OJK sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan PermataBankir Cilik yang mempersiapkan generasi masa depan melek keuangan melalui kebiasaan menabung ini.

“Dengan hadirnya Duta Menabung, kami harapkan dapat turut menyebarluaskan semangat menabung sejak dini di kalangan pelajar,” imbuh Edwin.

Adapun Elly Tjan selaku Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan Penyelenggaraan program PermataBankir Cilik merupakan bentuk langkah nyata untuk membangun kesadaran pentingnya edukasi keuangan anak-anak usia dini di Indonesia.

“Apresiasi kami bagi PermataBank melalui inisiatif CSR-nya yaitu PermataHati yang telah mengadakan program PermataBankir Cilik ini hingga telah memasuki tahun ke-7.  Program ini sejalan dengan prinsip pengembangan inklusi keuangan, yang di antaranya mencakup cooperation, innovation, empowerment, dan knowledge,” jelas Elly.

Turut pula menambahkan Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek RI, Usia dini adalah waktu yang paling tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai akhlak, moral, dan kedisiplinan dalam diri manusia.

Lihat Juga:  Direktur Keuangan PT Elnusa Petrofin, Raih Best Chief Financial Officer 2019

Karena itu, menanamkan kebiasaan menabung dalam diri anak-anak adalah hal yang sangat penting bagi anak-anak, agar kelak saat dewasa mereka bisa bijak dalam mengatur keuangan pribadi mereka.

“Kami harap program ini dapat turut membantu terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045, dimana di dalamnya dibutuhkan generasi Indonesia yang unggul, baik dari aspek pendidikan, kecerdasan finansial, dan teknologi,” ujar Sri Wahyuningsih.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta berprestasi serta para guru pendamping, PermataBank juga mengumumkan sebanyak 10 Duta Menabung terpilih untuk mendapatkan apresiasi sebagai Bintang PermataBankir Cilik 2021, berdasarkan hasil penilaian selama peserta mengikuti program serta Regu Terbaik terpilih berdasarkan rata-rata keseluruhan peserta para siswanya.

Pada pelaksanaan program PermataBankir Cilik, setiap Sekolah Dasar yang terpilih mengirimkan siswa-siswa terbaiknya sebagai perwakilan untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan selama kurang lebih 3 bulan setiap tahunnya.

Para peserta berkesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan seperti workshop menulis dan mendongeng, Tantangan Baca dan Kuis di perpustakaan digital BacaPiBo selama 14 hari, Tur Virtual ke Museum Bank Indonesia, workshop kreatif, dan workshop Jurnal Keuangan.

Dalam sesi workshop, PermataBank menghadirkan mentor berpengalaman di bidangnya seperti Hendra Bawole yang merupakan seorang pendidik dan praktisi dongeng dan Nindia Maya yang merupakan seorang penulis. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, peserta membuat karya akhir berupa cerpen dan video mendongeng.

PermataBank berkolaborasi dengan PiBo yang merupakan pemilik perpustakaan digital untuk anak pertama di Indonesia bernama bacapibo.com untuk merancang sebuah kurikulum yang komprehensif dan interaktif.

Fokus dari kurikulum ini adalah mengasah kemampuan literasi keuangan, literasi baca dan tulis, serta literasi digital. Sebanyak 150 peserta Duta Menabung, membuat karya dongeng literasi keuangan secara digital dan akan dipublikasikan di Bacapibo.com, sehingga dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia.

Lihat Juga:  Pemprov Papua Minta Freeport Bayar Tunggakan Pajak Rp 3,5 Triliun

“Kami tentunya bangga bisa kembali bekerja sama dengan PermataHati CSR dalam menyampaikan modul dan materi literasi keuangan ini kepada 150 siswa/i, yang kali ini memperluas jangkauan program hingga ke Yogyakarta dan Malang. Apalagi melihat antusiasme para peserta yang luar biasa meskipun kegiatan ini diselenggarakan sepenuhnya secara daring. Semoga semua peserta terus mengamalkan apa yang mereka pelajari selama program ini sehingga manfaatnya benar-benar terasa bagi mereka dan lingkungan sekitar mereka,” pungkas Aisha Habir, Co-Founder PiBo. (4dre)

Berita terkait