Beranda » Makassar » Persakmi Berharap Ada Perubahan Kebijakan Kesehatan
Persakmi Berharap Ada Perubahan Kebijakan Kesehatan
Makassar

Persakmi Berharap Ada Perubahan Kebijakan Kesehatan

MAKASSAR, Dialog akhir tahun yang digelar Persatuan Sarjana & Profesional Kesehatan Masyarakat (Persakmi) Sulsel, sambil menunggu pergantian tahun di Warkop 88 Makassar, yang dikemas dengan konsep lebih banyak mendengarkan komentar dan masukan para anggota, serta menjadi semua peserta sebagai pembicara, berhasil, membuahkan sejumlah kesepakatan.

Ketua Persakmi Sulsel, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, kepada Media Sulsel, Rabu (2/1) mengatakan salah satu kesepakatan tersebut adalah adanya keinginan peserta dialog untuk merubah arah kebijakan kesehatan yang selama ini difokuskan pada curative, menjadi preventif dan promotif.

Dalam dialog tersebut, ketua Bidang Kajian Strategi dan Advokasi BEM FKM Unhas Periode 2016-2017, Atin, SKM, menyampaikan, bahwa permasalahan kesehatan seperti tidak ada habisnya, jumlah orang sakit terus bertambah.

kebijakan dan program kesehatan yang hadir difokuskan pada curative, dan mengesampingkan preventif dan promotif. Misalnya saja jabatan kepala rumah sakit, yang hanya dapat diduduki oleh dokter yangg telah lulus S2 kesmas/ARS, sehingga pengelolaan RS lebih diarahkan pada curative. Padahal RS dapat memperluas perannya ke ranah preventif promotif.

Secara politis Atin menilai hal itu sebuah kewajaran, karena pengambil kebijakan juga berasal dari dokter, sehingga hal yang wajar jika mereka (oligarki) memberikan jabatan tersebut dari golongannya.

“Jika kita ingin merubah arah kebijakan kesehatan ke arah preventif promotif, maka kita tidak bisa menggantungkan nasib kesmas pada mereka, kita harus dapat menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan atau setidaknya ikut bergabung dalam kancah perpolitikan sehingga suara kita dapat mempengaruhi kebijakan yang ada,” tegas Atin.

Selain itu Atin juga mengajak untuk dapat memanfaatkan digitalisaai media, untuk menyalurkan aspirasi serta mengangkat masalah-masalah kesehatan masyarakat, untuk diviralkan, sehingga masalah kesehatan masyarakat bisa menjadi masalah bersama yang kemudian secara bersama-sama mampu membangun paradigma sehat, sekaligus menjadi power dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. (*/464Ys)

Topik