MAMUJU—PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor agrikultur melalui program Electrifying Agriculture (EA). Di Kabupaten Mamuju, program ini sukses menekan biaya operasional para pelaku UMKM budidaya tambak udang vaname hingga Rp6,6 juta per bulan, berkat pasokan listrik sebesar 16,5 kiloVolt Ampere (kVA).
Ado Mas’ud, salah satu petambak udang di Desa Beru-beru, mengaku merasakan langsung manfaat besar dari program ini. Lahan tambaknya yang seluas dua hektare kini mampu menghasilkan 2,3 ton udang dalam satu siklus panen, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya satu ton.
“Setelah menggunakan listrik PLN, Alhamdulillah hasil panen kami naik. Dulu operasional mahal karena pakai genset, sekarang lebih hemat sampai 70 persen,” ujarnya, Sabtu (3/5/2025).
Ado juga mengapresiasi pelayanan PLN yang dinilainya cepat dan responsif. Ia menyebut semakin banyak petambak di wilayahnya yang mulai beralih menggunakan listrik PLN.
“Layanan PLN sekarang jauh lebih baik. Tantangan di lapangan cepat ditanggapi. Kami juga mendapat empat sertifikat Energi Baru Terbarukan yang membantu menaikkan nilai jual udang kami,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Sudirman, petambak lain dari desa yang sama. Ia menuturkan, sebelum menggunakan listrik PLN, ia menghabiskan lebih dari 1.300 liter solar setiap bulan dengan biaya sekitar Rp9,4 juta. Kini, biaya listriknya hanya sekitar Rp2,8 juta.
“Penggunaan listrik tidak hanya hemat, tapi juga membuat kincir dan penerangan bisa menyala optimal. Ini penting untuk menjaga kualitas udang, terutama di malam hari,” jelasnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa program EA merupakan upaya PLN mendorong modernisasi pertanian dan perikanan melalui penggunaan energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Program ini mengajak pelaku agrikultur menggunakan alat dan mesin berbasis listrik untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan. Kami juga menyediakan layanan berbasis energi hijau seperti Renewable Energy Certificate (REC),” ungkap Edyansyah.
Hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 3.887 pelanggan telah tergabung dalam program EA di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, dengan total daya terpasang mencapai 192.110 kVA.
“Ini bagian dari strategi PLN mendukung pertumbuhan ekonomi melalui ketenagalistrikan, khususnya di sektor agrikultur,” pungkas Edyansyah. (70n/Ag4ys/4dv)



















