JENEPONTO—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jeneponto menggelar Gebyar Gerakan Sekolah Sehat, di Ruangan Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Sabtu (3/5/2025).
Gebyar Gerakan Sekolah Sehat dihadiri Bupati Jeneponto, Paris Yasir, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Uskar Baso, Ketua Dharma Wanita Persatuan Disdikbud, Ny. Uskar Baso, peserta terdiri kepala sekolah perwakilan dari 11 Kecamatan, sejumlah pejabat lingkup Disdikbud.
Selaku panitia pelaksana Gebyar Gerakan Sekolah Sehat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas, Uskar Baso melaporkan sehingga terlaksananya kegiatan ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Uskar Baso menyampaikan, sekolah sehat, ada beberapa kriteria.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Uskar Baso meminta partisipasi semua pihak di sekolah agar tujuan pendidikan di sekolah dapat terwujud.
“Seperti yang saya sampaikan adalah partisipasi untuk membedah mutu pendidikan yang bermutu. Maksud dari partisipasi mutu pendidikan di Indonesia secara baik dan benar, butuh partisipasi, butuh kerjasama yang besar,” kata Kadisdikbud Jeneponto, Uskar Baso.
“Di dalam suatu program, semua stakeholder perlu terlibat untuk ikut berpartisipasi dalam membangun pendidikan,” lanjut Uskar Baso.

Sedangkan, Bupati Jeneponto, Paris Yasir menegaskan, dalam menjadi pemimpin di Jeneponto idealnya harus gila-gila sedikit. Tentunya, pernyataan Bupati Paris Yasir dalam konotasi positif untuk perubahan dan kemajuan di Jeneponto.
“Tabe biar kita absen satu-satu pak Kadis, saya mau lihat tiap kesempatan yang mana mau ikut secara ikhlas mengikuti kegiatan dan yang mana mau ditekan-tekan sedikit. Maaf Jeneponto ini haruski gila-gila sedikit pemimpinnya,” tegasnya.
“Saya ingin menyampaikan, melalui kesempatan ini, tunggu-tungguka di sekolahta semua karena ini gebyar sekolah sehat,” kata Paris Yasir.
Bupati Paris Yasir tidak mau ini hanya ini menjadi sebuah ajang seremonial. “Kita buka secara bersama-sama, yang ikut dan yang tidak ikut, yang juara dan yang tidak juara harus sama-sama memiliki fasilitas sanitasi yang memadai,” ujarnya.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir mengungkapkan, banyak sekali anggarannya Dinas Pendidikan, saya tidak ingin hanya karena sanitasi, hanya karena air bersih yang tidak memadai di sekolah-sekolah sehingga kita semua tidak dapat predikat baik di masa-masa yang akan datang.
“Saya pesan, Bupatita ini orang suka keliling-keliling, saya sampaikan memangmi supaya ada persiapanta, biasanya saya tidak mau sampaikan tapi WC itu, sanitasi itu tidak bisa dibuat dengan singkat, satu Minggu bolehlah, tapi satu atau dua hari tidak bisa. Saya sampaikan lakukan memangmi supaya ada yang tidak bersih,” tuturnya.
“Izinka pak Kadis, haruski gila-gila sedikit memimpin Jeneponto, saya rekomendasikan ganti langsung kepala sekolahnya yang tidak mampu bekerja,” kata Bupati Paris Yasir. (*)













