MEDAN—Portal jalan yang diduga dipasang Jannes alias Acai di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, akhirnya dibongkar Ketua Umum DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Indonesia, Mbelin Brahmana. Tindakan ini dilakukan karena portal tersebut dianggap menghalangi akses masyarakat yang sehari-hari melintas untuk mencari kerang, kepiting, dan ikan.
Mbelin Brahmana, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pekerja Buruh Indonesia Raya (GPBI) Sumut, langsung turun ke lokasi bersama tim dan menggunakan ekskavator untuk membongkar portal tersebut pada Selasa (18/3/2025) siang.
“Ini demi keadilan dan hak masyarakat. Jalan ini milik desa dan tidak boleh diportal. Masyarakat harus bebas melintas,” ujar Mbelin.
Selain membuka portal, Mbelin juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kepemilikan kebun sawit yang berada di sepanjang jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilik kebun wajib menyediakan akses jalan bagi masyarakat. “Presiden Prabowo telah menegaskan, jangan rampas hak rakyat,” tambahnya.
Masyarakat Desa Gambus Laut mengaku resah dengan keberadaan portal tersebut. Mereka telah melayangkan surat ke Polres Batubara, meminta agar kepolisian turun tangan dan menindak pihak yang memasang portal. Warga menuding pemilik kebun, Jannes alias Acai, bertindak sewenang-wenang dengan memportal jalan dan menghambat aktivitas mereka.
Menurut warga, jalan tersebut awalnya dibangun PT Jui Shin Indonesia dengan biaya Rp90 juta. Sebelum pembangunan, jalan hanya memiliki lebar 3 meter dengan panjang 600 meter dan berlumpur. Setelah diperbaiki, jalan diperlebar menjadi 6 meter dengan panjang mencapai 1,5 kilometer. Warga menegaskan bahwa jalan ini telah diserahkan oleh Hermanto Budoyo kepada PT Jui Shin Indonesia pada tahun 2009.
“Kami sudah berkali-kali meminta Acai membuka portal ini, tetapi tidak digubris. Ini sangat mengganggu mata pencaharian kami,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Upaya mediasi telah dilakukan melalui perangkat desa dan kecamatan, tetapi tidak membuahkan hasil. Justru, pihak Acai dinilai semakin arogan dengan tetap mempertahankan portal tersebut.
Sejumlah warga menyambut baik pembongkaran portal tersebut. Ahmad Logo, salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada pihak yang membongkar portal ini. Kami jadi bisa melintas kembali,” ujarnya.
Tokoh masyarakat setempat, Syafrizal, juga menyampaikan bahwa penutupan jalan berdampak pada aktivitas ekonomi warga. “Sebelumnya, ada kompensasi dari PT Jui Shin kepada masyarakat. Dengan tertutupnya jalan ini, aktivitas pertambangan pun terhenti, sehingga pendapatan warga berkurang,” katanya.
Warga berharap pemerintah turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami ingin jalan ini tetap terbuka untuk umum dan tidak lagi diportal,” tegas Syafrizal.
Dengan dibongkarnya portal ini, masyarakat Desa Gambus Laut kini dapat kembali melintas tanpa hambatan, mengakses sumber mata pencaharian mereka, serta melanjutkan kehidupan dengan lebih nyaman. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter : Rizky Zulianda













