Beranda » Pendidikan » PPDB Jalur Zonasi Mulai Dibuka 24 Juni, Porsi Penerimaan 90%
PPDB Jalur Zonasi Mulai Dibuka 24 Juni, Porsi Penerimaan 90%
Kepala Dinas Pedidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo menjelaskan, PPDB di jalur zonasi bagi peserta didik tidak mampu, akan dibuktikan dengan keikutsertaanya pada program penanganan keluarga tidak mampu yang tercatat dalam database Dinas Sosial Sulsel.
Pendidikan Sulsel

PPDB Jalur Zonasi Mulai Dibuka 24 Juni, Porsi Penerimaan 90%

MAKASSAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online jalur zonasi, tingkat SMA SMK Sulawesi Selatan tahun ajaran 2019/2020 akan dimulai 24 Juni 2019. Diharapkan calon peserta mesti mendaftar dengan cermat dan teliti.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pedidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, Jumat (21/6/2019) di Kantor Dinas Pendidikan. PPDB jalur zonasi memiliki porsi terbesar, 90 persen dari total yang akan diterima.

“Kami sudah melakukan persiapan yang matang menyukseskan PPDB, terutama jalur zonasi. Adapun dasar pelaksanaan PPDB berdasarkan Permendikbid RI No.51 tahun 2018 tanggal 31 Desember 2018 tentang PPDB disemua tingkatan sekolah,” tutur Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, Jumat (21/6/2019)

Irman mengatakan, untuk jalur zonasi telah dipersiapkan dengan baik mulai dari tahapan persiapan, penetapan time schedule PPDB, pelaksanaan hingga penetapan hasil seleksi.

“Insya Allah PPDB jalur zonasi berjalan lancar. Kami telah melakukan sosialisasi secara intens kesemua stakeholder terkait. Seperti pihak, sekolah, MKKS, pengawas dan lintas sektor lainnya,” katanya.

“Kita juga telah mensosilisasikan hingga.ke anggota dewan, inspektorat dan ombudsman. Kami harap semua berperan mendukung kelancaran PPDB ini,” lanjut None sapaan akrabnya

None juga meminta kepada semua pihak terkait malaksanakan PPDB mengacu pada Petunjuk Tehnis (Juknis) PPDB tingkat SMA /SMK 2019/2020 dan Keputusan Gubernur tentang Penetapan Zonasi.

Dijelaskan pada jalur zonasi juga memuat pendaftaran peserta didik tidak mampu dan penyandang disibilitas.

Sementara ketentuan umum calon peserta didik baru mendaftar di zona yang telah ditetapkan pemda Sulsel dibuktikan kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat setahun.

“PPDB tahu lalu, bukti dokumen KK yang dilampirkan diterbitkan minimal 6 bulan, tapi tahun ini minimal setahun. Tidak ada lagi istilah pengesahan KK karena database kependudukan sudah terkoneksi secara online,” papar Irman.

Ia juga menjelaskan, jalur zonasi diseleksi melalui peringkat jarak terdekat dari rumah ke sekolah. Dan bila peringkatan jarak sama maka Nilai Ujian Nasional (NUN) menjadi penentu.

“Kalaupun peringkatan jarak dan NUN masih tetap sama maka penentu akan dilihat peserta yang mendaftar lebih dulu. Sementara untuk peringkatan jalur akademik di sekolah SMK berdasarkan NUN menjadi penentu,” jelas None.

Ia menegaskan, PPDB di jalur zonasi bagi peserta didik tidak mampu, akan dibuktikan dengan keikutsertaanya pada program penanganan keluarga tidak mampu di pemerintah pusat atau pemda yang tercatat dalam database Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

“Porsi penerimaan calon peserta didik jalur tidak mampu dan penyandang cacat (disabilitas) maksimal 20 persen dari 90 persen kouta zonasi,” terang Irman.

Ditambahkan pula Kepala UPT PTIKP Disdik Sulsel, Muh Asqar pada jalur zonasi Nomur Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi hal utama.

“Saat mendaftar secara online peserta memasukkan nomor peserta ujian. Setelah login akan muncul identitas, NUN dan menu pengisian NIK”

“Saat pengisian NIK maka data alamat peserta akan muncul sesuai data dukcapil, termasuk daftar sekolah pilihan.dilokasi zona tempat tinggal,” jelasnya.

Asqar juga mengatakan, semua tahapan pengisian menu data pribadi pendaftaran akan muncul peringatan akan kebenaran data yang diinput.

“Usai proses pendaftaran online maka diakhiri dengan cetak bukti pendaftaran yang kemudian dibawa ke sekolah untuk dilakukan verifikasi.

Pada tahapan verifikasi di sekolah akan dilakukan 4 tahapan, mulai memasukkan nomor UN, kemudian keluar data alamat, nilai, peta rumah.

Pada tahap ketiga akan dilakukan mencari titik koordinat rumah peserta. Pada tahap keempat akan dilakukan validasi hingga memuat pakta integritas dan jarak rumah kesekolah pilihan, pungkas Asqar. (*)