PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian TerhimpitPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongKPK Bongkar Peran 4 Tersangka Suap HGB yang Diduga Orang Kepercayaan NusronPrabowo Dijadwalkan ke Sulsel, Andi Sudirman Satukan Kekuatan TNI-Polri hingga Kepala DaerahBBM Langka, Listrik Padam: Penderitaan Warga Makassar Paket KomplitFH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokSwasembada Pangan di Bawah Sistem Kapitalisme: Harga Naik, Rakyat Kian Terhimpit
Nasional

Prabowo Jamu Presiden Jerman di Istana Negara, Tegaskan Kemitraan Strategis Indonesia-Jerman

62
×

Prabowo Jamu Presiden Jerman di Istana Negara, Tegaskan Kemitraan Strategis Indonesia-Jerman

Sebarkan artikel ini
presiden Jamu
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan santap siang kenegaraan untuk Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, beserta Ibu Elke Büdenbender di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: BPMI Setpres/Cahyo)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan santap siang kenegaraan untuk Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, beserta Ibu Elke Büdenbender di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Jamuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Jerman ke Indonesia sekaligus menegaskan eratnya hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral Indonesia dan Jerman yang telah berlangsung selama 74 tahun. Menurutnya, kemitraan yang terbangun selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan menjadikan Jerman sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa.

“Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kita lakukan pada hari ini. Jerman memiliki tempat istimewa bagi Indonesia. Selama 74 tahun, hubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kita dan menjadikan Jerman salah satu mitra penting di Eropa,” kata Prabowo.

Presiden juga menilai Jerman selama ini menjadi sumber inspirasi bagi Indonesia, khususnya dalam bidang inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penguatan institusi. Hal itu tercermin dari banyaknya warga Indonesia yang menempuh pendidikan dan pelatihan di negara tersebut.

Menurut Prabowo, hubungan kedua negara juga memiliki dimensi historis yang kuat. Banyak tokoh Indonesia, termasuk Presiden ketiga RI, B. J. Habibie, pernah menempuh pendidikan dan berkarier di Jerman.

Prabowo bahkan mengenang pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu bukti kualitas sumber daya dan sistem pendidikan yang dimiliki negara tersebut.

“Saya pribadi juga pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Saya berharap kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama kita, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian global saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman sebenarnya telah terjalin jauh sebelum kedua negara resmi menjalin hubungan diplomatik. Ia menyebut kalangan akademisi dan ilmuwan Jerman telah lama berkontribusi dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional.

Karena itu, meskipun Indonesia dan Jerman akan segera memperingati 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kedua negara dinilai telah terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia. Ia berharap hubungan persahabatan dan kerja sama di berbagai sektor antara Indonesia dan Jerman dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

“Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Büdenbender senantiasa sehat dan sukses, serta rakyat Indonesia dan Jerman terus hidup sejahtera dalam persahabatan yang erat,” tutup Prabowo. (Ag4ys/Setpres)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com