Prof Jufri Sidak PTM di SMAN 3 dan SMKN 1 Maros
Kadisdik Sulsel, Prof Dr Muhammad Jufri melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kabupaten Maros, Senin (23/8/2021).

MAROS—Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kabupaten Maros, Senin (23/8/2021).

Sidak kali ini dilakukan seorang diri tanpa didampingi pejabat dari Disdik Sulsel.
Tepat pukul 07.41 Wita, mobil dinas dengan plat 32 yang dikendarai Prof Jufri memasuki halaman SMAN 3 Maros.

Ada satu dua siswa memasuki gerbang sekolah, dan sebagian besar sudah ada di dalam kelas. Sebelum memasuki ruangan, mereka mencuci tangan dengan air mengalir yang telah disiapkan di depan kelas masing-masing.

Prof Jufri turun dari mobil dan langsung ke ruang kelas. Ia melewati ruang guru, ruang OSIS dan menuju ruang kelas yang sedang belajar. Di Ruang guru terdapat seorang guru sedang memberikan materi secara daring, sementara di ruang OSIS terdapat sejumlah siswa sedang bercengkrama.

Ruang kelas pertama yang dimasuki adalah kelas XII IPS2 yang sedang belajar mata pelajaran Sosiologi.

Seorang ibu guru yang sedang mengajar sedikit gugup dan mengaku kaget mendapatkan salam dari Prof Jufri, “Assalamualaikum…”
Setelah minta izin, Prof Jufri melangkah memasuki ruangan kelas XII IPS2. Ia minta waktu sebentar untuk menyapa siswa.

“Apa kabar semua anak-anakku. Sehat….?
“Sehat,” sahut mereka serentak.

Lalu Prof Jufri memperkenalkan diri, bahwa ia adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sengaja melakukan kunjungan ke Maros, ke SMAN 3. Ibu guru yang dari tadi gugup terlihat tersipu malu. Malu karena sosok yang di depannya adalah pimpinannya yang ia belum kenal.

“Maaf Pak saya tidak kenal,” ucapnya kemudian.

Di hadapan siswa, Prof Jufri menghimbau kepada siswa untuk menjaga kesehatan, mengkonsumsi makanan bergizi dan jangan berkeliaran.

Usai memasuki ruangan ketiga, Kepala SMAN 3 Maros, Drs. Kencang Pawawoi, MPd nampak bergegas dari balik pepohonan di lapangan Basket milik SMAN 3 Maros.

“Maaf Pak, saya tidak tahu adaki di sekolahku….,” tutur Kencang Pawawoi.

Sambil berdialog, Prof Jufri yang didampingi Kencang Pawawoi meninjau beberapa ruang kelas lagi. Terakhir, Prof Jufri memasuki ruang kelas XII IPA yang sedang belajar mata pelajaran Fisika.

Di ruangan ini, Prof Jufri kembali menyapa siswa, memberi motivasi belajar dan juga mengingatkan untuk selalu menjaga kesehatan, tidak berkerumun dan tidak berkeliaran.

Bahkan di ruang kelas XII IPA ini, Prof Jufri menunjuk salah satu siswa untuk memberikan kesempatan menceritakan pengalamannya selama belajar daring. Usai membeberkan kesan-kesannya belajar daring di rumah, siswa yang bersangkutan dihadiahi buku dari Prof Jufri.

“Saya harapkan, anak-anakku semua dapat belajar dengan baik yah,” ujar Prof Jufri.

Kepala SMAN 3 Maros, Kencang menjelaskan, bahwa pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimulai beberapa hari lalu dengan 50 persen siswa dengan skema bergantian selama tiga jam, dimulai pukul 07.30 Wita sampai 09.30 Wita, dilanjutkan gelombang kedua pukul 09.30, dan gelombang ketiga 12.30 Wita.

“Pertemuan tatap muka ini wajib mengikuti protokol kesehatan. Kami siapkan tempat cuci tangan sebelum masuk ke kelas, pakai masker dan tentunya jarak tempat duduknya diatur dengan jarak tertentu,” tutur Kencang.

Prof Jufri melakukan Sidak ke Maros karena ingin memastikan bahwa proses pembelajaran tatap muka terbatas di Maros berjalan sesuai dengan protokol kesehatan ketat.

“Tolong terus dipantau proses PTM ini dengan baik,” pesan Prof Jufri kepada Kepsek SMAN 3, Kencang Pawawoi yang juga Ketua MKKS SMA Kab Maros.

Usai Sidak di SMAN 3 Maros, Prof Jufri melanjutkan kunjungan ke SMKN 1 Maros. Sekolah yang beralamat Jl Pasar Ikan No. 63 Allepolea Kecamatan Lau Maros ini juga ingin memastikan proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Prof Jufri Sidak PTM di SMAN 3 dan SMKN 1 Maros
Prof Jufri meninjau fasilitas praktek siswa, termasuk RPS Agribisnis Perikanan Air Tawar milik SMKN 1 Maros.

Kepala SMKN 1 Maros, Drs. Muhtar, MM mengatakan, proses pembelajaran tatap muka terbatas di sekolahnya ditunda karena gejala covid-19 di kelurahan tempat SMKN 1 Maros naik.

“Kita tutup sementara Pak,” ujar Muhtar.

Kendati tak ada pembelajaran tatap muka, tapi proses pembelajaran daring tetap berlangsung.

Usai mendapat penjelasan Kepsek SMKN 1, Prof Jufri menuju ke Laboratorium Komputer dan beberapa ruangan lainnya. Ia ingin melihat kesiapan pelaksanaan PPPK dan AKM yang ditempatkan di SMKN 1 Maros ini.

Prof Jufri juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas praktek siswa, termasuk RPS Agribisnis Perikanan Air Tawar milik SMKN 1 Maros.

Pemerintah Kabupaten Maros kembali membuka sejumlah sekolah untuk pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. PTM dibuka karena status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Maros level 3. (*)