MAKASSAR—Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengadakan rapat evaluasi kinerja bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel pada Kamis, 14 November 2024 kemarin.
Rapat tersebut berlangsung di Aula Tudang Sipulung Rujab Gubernur, dalam pertemuan ini menitikberatkan pada optimalisasi pemanfaatan aset daerah sebagai salah satu strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan mengungkapkan bahwa Sulsel memiliki sekitar 1.200 aset, baik bersertifikat maupun belum, dengan nilai total mencapai lebih dari Rp10 triliun.
Kekayaan aset ini, menurutnya, merupakan peluang besar yang perlu dikelola secara optimal untuk memberikan dampak positif pada ekonomi daerah.
“Sulsel kaya raya dari sisi aset. Aset ini bisa kita kelola agar menghasilkan pendapatan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan investor,” jelas Prof. Zudan.
Prof. Zudan mendorong OPD untuk menggali potensi ekonomi dari aset tersebut melalui kerja sama strategis dengan pihak ketiga.
Ia menyarankan beberapa peluang pemanfaatan, antara lain pembangunan fasilitas komersial seperti mall, apartemen, tower, serta sarana pendukung pertanian dan peternakan.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat menarik investor yang siap bekerja sama untuk memaksimalkan manfaat aset tanpa harus menjualnya.
Sebagai bentuk komitmen, Prof. Zudan menyatakan akan mengadakan rapat mingguan untuk memantau perkembangan proyek-proyek yang melibatkan aset daerah serta memfasilitasi pembahasan dengan calon investor.
Dalam arahannya, Prof. Zudan menekankan pentingnya kawasan Center Point of Indonesia (CPI) sebagai salah satu prioritas investasi.
Dengan melakukan pemetaan aset strategis di kawasan ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan minat investor dalam membangun infrastruktur yang berdampak signifikan pada perekonomian Sulsel.
Pada rapat yang sama, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Salehudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 59 aset yang tersebar di 24 kabupaten/kota.
Inventarisasi ini menjadi langkah awal dalam upaya optimalisasi aset daerah untuk meningkatkan PAD. Menurut Salehudin, sebagian besar dari aset ini berupa lahan, meskipun ada pula yang berupa bangunan.
“Salah satu prioritas Pj Gubernur adalah proyek twin tower di CPI, dengan nilai investasi sekitar Rp1,8 triliun,” ujar Salehudin.
Upaya yang dilakukan oleh Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan, dalam mendorong pemanfaatan aset daerah melalui kemitraan dengan investor merupakan strategi jangka panjang yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi PAD.
Dengan membuka peluang investasi di area strategis seperti CPI dan memetakan aset bernilai tinggi, pemerintah optimis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/4dv)













