PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTCegah LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Solusi Problematik?KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut DiamankanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Bupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaUpaya Mengentaskan Kemiskinan Tak Kunjung MenuntaskanDisperkim Makassar Dorong Warga Wujudkan Rumah Sehat hingga Tingkat RTCegah LGBTQ Melalui Kurikulum Sekolah, Solusi Problematik?KPK Kembali OTT Kepala Daerah, Bupati Bolmut Diamankan
Dunia

Protes RUU Ekstradisi di Hong Kong Terus Berlanjut

611
×

Protes RUU Ekstradisi di Hong Kong Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Protes RUU Ekstradisi di Hong Kong Terus Berlanjut
Seorang polisi menjaga jalan saat para pengunjuk rasa menggelar demonstrasi menentang RUU Ekstradisi yang kontroversial di luar kantor pemerintah di Hong Kong, 12 Juni 2019. (Foto: AFP)

HONG KONG (AFP) – Ribuan orang di Hong Kong kembali menggelar unjuk rasa untuk menentang rencana pemerintah mengesahkan rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke China.

Para pengunjuk rasa melumpuhkan kegiatan di pusat Hong Kong dengan menutup dua jalan utama pada Rabu (12/6/2019), dalam unjuk kekuatan menentang rencana itu.

Pusat keuangan Asia itu akhir pekan lalu diguncang aksi protes terbesar sejak kota itu kembali ke China pada 1997, ketika massa besar (yang menurut perkiraan penyelenggara lebih dari satu juta) menuntut pihak berwenang agar membatalkan rencana yang didukung Beijing.

Ribuan demonstran berpakaian hitam, umumnya kaum muda dan mahasiswa, menutup dua jalan utama di dekat kantor pemerintah dengan barikade logam, dan melumpuhkan lalu lintas.

Aksi tersebut mengingatkan pada gerakan Occupy pada 2014 yang menutup bagian-bagian kota itu selama berbulan-bulan.

Massa yang demikian besar tidak memengaruhi ketua eksekutif Carrie Lam yang menolak seruan menarik atau menunda RUU itu dan memperingatkan penentang RUU itu agar tidak melakukan “tindakan radikal.”

Banyak yang khawatir RUU itu akan menjerat orang-orang di pengadilan China daratan yang tidak transparan dan merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis internasional.

Lebih dari 100 bisnis Hong Kong menyatakan akan tutup pada Rabu sebagai tanda solidaritas dengan demonstran, dan serikat utama mahasiswa kota itu mengumumkan akan memboikot kelas untuk menghadiri demonstrasi. [VOA]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com