Rakernas Ikakas, Prof KH Nasaruddin: Tantangan saat ini, banyak paham Islam garis keras

MAKASSAR – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah (DPP-IKAKAS) menggelar Rapat Kerja Nasional yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional pada tanggal 6-7 Juli 2019 di Hotel Arthama Makassar.

Hajatan lima tahunan ini dihadiri ratusan Alumni As’adiyah dari seluruh pelososk Indonesia mulai dari kalangan muda sampai kalangan sepuh. Salah satu diantaranya Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA. Yang saat ini diamanahkan sebagai Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta.

Rakernas Ikakas, Prof KH Nasaruddin: Tantangan saat ini, banyak paham Islam garis keras

Ketua IKAKAS, Hasan Basri mengungkapkan, kehadiran KH Nasaruddin Umar untuk memberikan Wejangan dan nasihat kepada para peserta Rakernas dan Seminar Nasional DPP-IKAKAS.

“Hal ini tentunya menjadi spirit kepada seluruh Alumni As’adiyah terkhusu kepada para pengurus IKAKAS,” ungkap.

Dalam Tauziyahnya Nasaruddin Umar mengatakan, hari ini Indonesia mempunyai banyak tantangan dan rintangan dengan banyaknya aliran-aliran, seperti Syiah, Wahabi dan paham- paham Islam garis keras.

Tindakan-tindakan radikal dan anarkis mengatasnamakan Islam bahkan dibarengi teriakan jihad dan Allahu Akbar sungguh memperihatinkan.

“Seolah-olah ajaran Islam meligitimasi kekerasan, pengrusakan, pembakaran, dan main hakim sendiri,” jelas Prof KH Nasaruddin Umar.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut khususnya di Sulawesi selatan, maka pondok pesantren As’adiyah harus diperkuat baik dari segi kualitas maupun kuantitas, bahkan harus diperkuat dengan anggaran dari pemerintah setempat.

“Karena As’adiyah inilah yang mampu memproteksi mayoritas muslim sunni di Sulawesi Selatan, sehingga kedepannya alumni As’Adiyah mampu mewarnai Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya,” pungkas Nasaruddin Umar. (*/shar)