PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi •
NewsPeristiwa

Ratusan Ribu Orang Cari Makanan dan Minuman, Pasca Gempa dan Tsunami Palu

571
×

Ratusan Ribu Orang Cari Makanan dan Minuman, Pasca Gempa dan Tsunami Palu

Sebarkan artikel ini
Ratusan Ribu Orang Cari Makanan dan Minuman Pasca Gempa dan Tsunami Palu
Para penyintas gempa bumi dan tsunami membawa bantuan yang diperoleh seusai kunjungan Presiden Joko Widodo in Donggala, kawasan utara kota Palu, Sulawesi Tengah, 3 Oktober 2018. (Foto: Antara).

PALU, SULTENG – Berbagai tanggapan internasional semakin meningkat terhadap gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan beberapa wilayah Sulawesi Tengah. Sementara ratusan ribu penduduk menunggu bantuan, terutama berupa air minum dan makanan.

Saat ini jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat secara dramatis, yang sejauh ini mencapai 1.424. Sementara para tim SAR memperluas usaha mereka di luar kota Palu.

Di antara mereka yang membantu mengoordinasikan upaya bantuan adalah Zubedy Koteng dari badan amal swasta Amerika, Save the Children.

Zubedy Koteng mengatakan banyak anak terguncang dan mengalami trauma, dan banyak anak-anak juga sendirian dan tanpa orang tua.

Seperti dikutip Mediasulsel.com dari VOA melalui telepon dari Palu, Rabu (3/10) lalu, Zubedy Koteng mengatakan bahwa banyak anak tidur di jalanan di antara puing-puing dan pihak berwenang diperlukan untuk mengidentifikasi mereka dan mencoba mencari orang tua mereka. Dia mengatakan situasinya sangat menakutkan bagi anak-anak.

Hampir sebagian besar kota Palu hancur, dan dengan jaringan transportasi yang rusak, bantuan terlambat sampai di sana. Zubedy mengatakan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk pemulihan kota itu.

Sementara itu, bandara Palu dibuka kembali, Kamis (4/10) kemarin, untuk pesawat sipil, dan diharapkan akan meningkatkan arus pasokan, personil dan pasukan militer untuk memberikan bantuan yang masih sangat diperlukan. [VOA/shar]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com