Sekitar 400 pelajar SMA sederajat se-Makassar atusias mengikuti kegiatan Sosialisasi cegah Thalassemia dengan screening di kantor Dinas Koperasi dan UKM Sulsel. (foto: ist)

MAKASSAR – Rotary Club yang didalamnya ada club Angin Mammiri, Makassar dan Ujung Pandang melaksanakan Sosialisasi cegah thalassemia dengan screening di kantor Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Kamis (24/2/2020).

Kegiatan ini diikuti sekitar 400 pelajar SMA sederajat yang ada di kota Makassar, yang sangat semangat dan atusias mengikuti kegiatan

Febri Divo Kusumo, Distric Goverment Rotari Indonesia 3420 mengatakan, Rotary Club dan Rotary internasional rutin melakukan kegiatan semacam ini untuk menyosialisasikan kepada masyarakat.

“Jadi Kami rutin melakukan kegiatan semacam ini. Untuk ketiga kalin tahun ini kami terus keliing diberbagai wilayah indonesia untuk menyosialisasikan penyakit thalassemia yang belum banyak diketahui masyarakat,” ungkap Febri.

Febri menyebutkan salah satu tugas Rotary adalah fokus pada pengabdian pencegahan penyakit dan kesehatan.

“Kami fokus pada pencegahan penyakit dan kesehatan, untuk kegiatan ini di makassar siswa-siswa sangat antuasias. Saya harap kwalitas hidup generasi muda semakin baik,” sebutnya.

Febri menjelaskan thalassemia adalah penyakit genetik yang masyarakat belum banyak paham sehingga harus diberi kesadaran.

“Pada kegiatan ini kami bekerjasama dengan klinik dan laboratorium untuk memberikan screening langsung ke siswa dengan mendapatkan subsidi dari rotary.” jelasnya.

“Karena kita tau masyarakat mungkin tidak memeriksakan diri karena terkendala biaya atau memang karena ketidahtahuan,” kata Febri.

Dia menambahkan diusia yang masih muda, penyakit thalassemia baik minor atau mayor harus bisa diputus, agar mempunyai kesehatan yang baik.

“Kami inginkan generasi muda sadar akan kesehatan dan tau sebelum menikah ada tahapan kesehatan yang harus diketahui dan Thalassemia memang tidak lasing didengar tapi harus dicegah,” tambahnya.

Febri menegaskan Thalassemia bukanlah penyakit menular tapi genetik sehingga tidak banyak diketahui.

“Tapi dari hasil pengamatan kami, banyak di Indonesia mengidap penyakit ini termasuk keluarga rotari, sehingga kami terus bergerak memutus mata rantainya,” lanjutnya.

Data secara keseluruhan, lanjut Febri, penderita penyakit ini belum terupdate tetapi dari hasil kunjungaan keberbagai wilayah di Indonesia cukup banyak.

“Peserta yang positif thalassemia akan mendapatkan pendampingan dari dokter supata pola hidupnya tertata dengan baik dan akan sembuh,” pungkasnya. (*)

Sekitar 400 pelajar SMA sederajat se-Makassar atusias mengikuti kegiatan Sosialisasi cegah Thalassemia dengan screening di kantor Dinas Koperasi dan UKM Sulsel. (foto: ist)