PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Advertorial

Refleksi Nyepi 1948 Saka, John N. Palinggi: Momentum Hening untuk Menata Kehidupan

248
×

Refleksi Nyepi 1948 Saka, John N. Palinggi: Momentum Hening untuk Menata Kehidupan

Sebarkan artikel ini
1002063019

JAKARTA—Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis (19/3/2026), tokoh nasional sekaligus Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi, menyampaikan pesan reflektif tentang makna keheningan, introspeksi, dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.

Dalam pesannya, Nyepi tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menata kembali kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial. Keheningan yang dijalani menjadi ruang untuk evaluasi diri, memperbaiki sikap, serta memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan.

Ia menyebut, semangat Nyepi memiliki relevansi universal bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang latar belakang agama dan budaya. Nilai pengendalian diri, toleransi, dan keseimbangan hidup dinilai menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa.

Selain itu, Tahun Baru Saka dipandang sebagai titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik melalui kesadaran kolektif akan pentingnya hidup damai dalam keberagaman.

“Nyepi mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar,” ujar John.

Melalui momentum ini, masyarakat diajak tidak sekadar memaknai Nyepi secara seremonial, tetapi juga menjadikannya inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga persaudaraan, kerukunan, serta membangun masa depan bangsa yang lebih harmonis. (4nny)

Dr. John N. Palinggi, MM, MBA - Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com