JAKARTA—Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi, mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum untuk menebar kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, serta menjaga harmoni dalam keberagaman.
“Makna kemenangan dalam Idul Fitri bukan hanya soal kembali suci secara pribadi, tetapi juga bagaimana kita mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Jum’at (20/3/2026).
Menjelang Idul Fitri, Dr. John N. Palinggi juga menunjukkan komitmennya dalam merawat hubungan lintas komunitas melalui berbagai kegiatan sosial dan silaturahmi.
Salah satunya dengan melakukan ziarah ke makam KH Sahal Mahfudz di Pati, Jawa Tengah, yang dinilainya memiliki peran penting dalam perjalanan hidupnya.
Kunjungan tersebut turut menjadi momen silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Maslakul Huda yang didirikan almarhum.
Dalam kesempatan itu, ia juga bertemu dengan pengasuh pesantren, KH Gufron Rozin, serta para santri dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Interaksi tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk nyata dari upaya membangun harmoni yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui hubungan sosial yang tulus dan berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan nilai yang terus didorong melalui BISMA, yakni pentingnya menjaga keharmonisan antarumat beragama melalui sikap saling menghormati dan kepedulian tanpa memandang latar belakang.
Momentum Idul Fitri pun diharapkan menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemampuannya menjaga persaudaraan dalam keberagaman, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (4nny)










